Waspada, Flu Burung Telah Menyebar di Eropa dan Asia

Peternakan - Ilustrasi Flu Burung (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 6 Desember 2021 | 20:00 WIB

Sariagri - Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (World Organisation for Animal Health/OIE) menyebut kasus flu burung telah menyebar di Eropa dan Asia dalam beberapa hari terakhir ini. Menurut organisasi tersebut, seperti dilansir reuters, kondisi itu menjadi tanda bahwa virus flu burung telah menyebar dengan semakin cepat.

Korea Selatan melaporkan wabah flu burung menginfeksi sekitar 770.000 unggas di sebuah peternakan di Chungcheongbuk-do. Seluruh unggas kemudian dimusnahkan.

Sementara Jepang melaporkan wabah pertama yang terjadi di musim dingin 2021, di sebuah peternakan unggas di timur laut negara itu. Kementerian Pertanian Jepang menyebut kasus itu merupakan variasi jenis flu burung H5N8.

Di Eropa, Norwegia melaporkan wabah flu burung H5N1 di wilayah Rogaland dalam kawanan 7.000 burung. Sedangkan Pemerintah Belgia menempatkan negara itu dalam status peningkatan risiko flu burung. Para peternak diminta untuk menyimpan unggas di dalam kandang. Langkah itu diambil setelah varian flu burung yang sangat patogen diidentifikasi menginfeksi angsa liar di dekat Antwerpen.

Kebijakan itu diambil Belgia mengikuti langkah serupa yang dilakukan Prancis pada awal bulan ini dan Belanda pada bulan Oktober laluWabah flu burung umumnya terjadi pada musim gugur, disebarkan oleh burung liar yang bermigrasi.

Baca Juga: Waspada, Flu Burung Telah Menyebar di Eropa dan Asia
India Hadapi Flu Burung di Tengah Pandemi COVID-19

Penyebaran flu burung yang sangat patogen membuat industri unggas menjadi lebih waspada. Sebelumnya, puluhan juta unggas dimusnahkan akibat wabah tersebut. Wabah flu burung juga sering menyebabkan pembatasan perdagangan unggas.

Flu burung tidak dapat ditularkan melalui makanan dari produk unggas. Namun, kasus itu telah menarik perhatian para ahli epidemiologi karena virus dapat ditularkan ke manusia. Cina misalnya telah melaporkan 21 infeksi manusia dengan subtipe H5N6 flu burung sepanjang tahun ini, lebih banyak dari jumlah kasus tahun 2020.

Video terkait:

Video Terkait