Kurangi Bahan Baku Impor, Kemenperin Genjot Produktivitas Industri Pengolahan Susu

Ilustrasi - Peternakan sapi perah.(Piqsels)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:15 WIB

Sariagri - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu produktivitas industri pengolahan susu di dalam negeri agar memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Untuk itu perlu upaya strategis dalam menjamin ketersediaan bahan baku susu segar guna mendukung produksinya.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu serta mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor, Kemenperin berupaya meningkatkan rasio penggunaan susu segar dari peternak dalam negeri.

“Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan dan penguatan program kemitraan yang saling menguntungkan antara industri pengolahan susu dengan koperasi atau peternak sapi perah lokal,” ujar Putu, Selasa (19/10/2021).

Pada 2020 kebutuhan bahan baku susu untuk industri pengolahan susu 3,95 juta ton (setara susu segar), dengan pasokan bahan baku susu dalam negeri 909 ribu ton (20 persen). Sisanya dipasok dari negara lain dalam bentuk Skim Milk Powder (SMP), Whole Milk Powder (WMP), Anhydrous Milk Fat (AMF), Butter Milk Powder (BMP), dan Demineralized Whey Powder (DWP).

Menurut Putu, masih kecilnya populasi sapi perah di Indonesia berimbas pada rendahnya ketersediaan pasokan susu segar di dalam negeri. Selain itu, meningkatnya investasi di sektor industri pengolahan susu, menyebabkan kebutuhan bahan baku selama enam tahun terakhir rata-rata tumbuh 4 persen, sedangkan produksi susu segar hanya tumbuh 2,6 persen.

“Laju pertumbuhan produksi susu segar di Indonesia, baik itu dari peternak rakyat maupun dari peternakan sapi perah modern yang terintegrasi, saat ini belum dapat mengejar laju pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu, sehingga menyebabkan gap antara produksi susu segar dan kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu yang semakin melebar setiap tahunnya,” papar Putu.

Baca Juga: Kurangi Bahan Baku Impor, Kemenperin Genjot Produktivitas Industri Pengolahan Susu
Kisah Indhiarto Aris yang Sukses Bangun Bisnis Olahan Susu dari Hulu hingga Hilir

Dikatakan Putu, keberadaan koperasi peternak sapi perah sangat berperan mendukung ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan susu. Contohnya Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan yang berdiri sejak tahun 1969 atas dasar inisiatif dari tokoh masyarakat dan para peternak sapi setempat.

Industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor pangan yang mendapat prioritas dalam pengembangannya. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035. 

Video terkait:

Video Terkait