Kisah Indhiarto Aris yang Sukses Bangun Bisnis Olahan Susu dari Hulu hingga Hilir

Indhiarto Aris Gunardi. (Dok. Pribadi)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Jumat, 3 September 2021 | 16:40 WIB

Sariagri - Berawal dari dari niatnya meneruskan usaha peternakan sang ayah, Indhiarto Aris Gunardi saat ini sudah berhasil membangun bisnis susu dari hulu hingga hilir dengan nama Bambang Family Dairy di Cianjur, Jawa Barat. 

Pria yang akrab disapa Aris ini mengatakan awalnya tidak ada niat untuk terjun langsung menjadi peternak dan mendirikan bisnis olahan susu. Namun, ketika mengetahui sang ayah terkena penyakit jantung, dia memilih untuk berhenti dari pekerjaan yang sudah dijalankan selama 12 tahun. 

"Jadi saya itu dulu kerja di taman safari, terus pas pulang ternyata ayah sakit jantung dan kata dokter penyebabnya terlaly sering kerja berat. Besoknya saya langsung resign dari Taman Safari, padalah udah kerja 12 tahun," kata dia saat dihubungi Sariagri.id, beberapa waktu lalu. 

Menurut Aris, saat itu hanya dia yang bisa meneruskan usaha sang ayah. Karena adik-adiknya masih sekolah, sementara sang kakak baru saja merintis karier di tempatnya bekerja. 

"(Saat itu) saya pikir ini usaha harus dilanjutkan. Kalau bukan aama anaknya sama siapa lagi gitu. Kebetulan waktu itu adik-adik saya masih sekolah dan kakak saya juga baru merintis kerjaannya. Akhirnya saya resign lalu akhirnya menjalankan usaha ini," kata  dia. 

Saat itu, Aris memulai usahanya dengan dua ekor sapi yang didapatkan secara bergilir dari koperasi. Kemudian setelah dua tahun, ia berhasil mengembangkan hewan ternaknya menjadi 10 ekor. 

"Saya mulai ini dari 2 ekor sapi utangan jadi kaya bergilir dari koperasi begitu. Lambat laun saya mengembangkan sapi dengan cara menjual yang besar kemudian beli yang kecil-kecik dan dalam dua tahun sapi saya sekitar 10 ekor," jelas dia.

Di awal usaha, Aris mengaku mendapat banyak sekali tantangan. Mulai dari harga koperasi yang kurang menguntungkan, kehilangan hingga hasil susunya dibuang ke sungai. 

"Kemudian selama 3 tahunan kami produksi susu untuk dikirim ke koperasi, tapi kurang menguntungkan para anggotanya. Akhirnya saya memutuskan untuk ke cianjur yang jaraknya enggak terlalu jauh dari sini sekitar 20kg dan harganya lebih mahal dari kopersi," ujar dia.

"Setelah jalan dua tahun dan dalam posisi nyaman karena sudah ada pelanggan yang ambil susu saya dengan harga yang lebih baik dari koperasi. Namun, ketika setelah dua tahun saya naikan harga saya naikan mereka tidak mau. Karena sudah tidak bergabung di koperasi lagi dan belum belajar olahan jadi saya buang susunya selama 10 hari sekitar 250 liter ke sungai," jelas dia. 

Namun, tantangan tersebut tak lantas membaut Aris putus asa. Sebaliknya, dia memilih untuk mencari ide untuk menjual produk olahan susu. Tepatnya 6 tahun lalu, Aris memilih untuk belajar mengolah susu menjadi keju mozarella di Depok, Jawa Barat. Padahal saat itu keju mozarella masih belum banyak dikenal dan hanya usaha Aris yang menjual produk olahan susu tersebut. 

"Di situ saya berpikir ternyata saya harus membuat olahan yang untuk mengawetkan susu. AKhirnya saya belajar membut keju mozarella sekitar 6 tahun lalu dan Bambng Family Dairy ini yang pertama buat di Cianjur," kata dia. 

Ia mengaku sengaja memilih keju sebagai bahan olahan susu bukan yoghurt karena usahanya masih sangat kecil dan belum memiliki tempat penyimpanan yang besar. 
"Kenapa mozarella bukan yoghurt? karena kalau keju itu kan dari 100 liter saya hanya menyimpan 10 kg keju di kulkas. Sedangkan kalau yoghurt dari 250 liter susu berarti saya menyimpan 250 liter yoghurt dan saya waktu itu masih belum punya tempat penyimpanannya," ujar dia. 

Baca Juga: Kisah Indhiarto Aris yang Sukses Bangun Bisnis Olahan Susu dari Hulu hingga Hilir
Kenali 2 Jenis Sapi Perah di Indonesia dan Cara Mendapatkan Bibit Unggul



Tak hanya belajar membuat olahan susu, saat itu juga Aris mulai belajar mengenai pemasaran produknya. 

"Setelah itu saya juga belajar ternyata dalam bisnis itu kita jangan kasih satu orang, karena akan kalah. Akhirnya saya cari pelanggan-pelanggan lain, jadi ketika satu enggak ambil saya tetap hidup," kata dia. 

Lebih lanjut dia menceritakan, menjual keju mozarella di Cianjur bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan ada salah satu pelanggannya mengira produk olahan susu ini sebagai pakan ternak. 

"Awalnya saya bikin keju dulu 6 tahun lalu dimana orang-orang belum familiar dengan namanya keju mozarella. Saya itu jualannya agak susah waktu itu malah ada yang mengira (keju mozarella) ini pakan ayam karena belum dikenal," jelas dia.

Saat ini, Bambang Dairy Food milik Aris sudah membuat 21 produk olahan susu yang dipasarkan secara offline dan juga online. 

"(Penjulan kami) ada online dan offline. Kalau offline punya kedai sendiri di CIpanas ada dua kedai di hotel yasmin dan di peternakan kami," kata dia. 

"Kami juga kontinyasi di berbagai tempat seperti restoran atau rumah makan di cipanas cianjur. Lalu, penjulan online ada di website sendiri kemudian pakai ecommerce juga dan dikirim ke seluruh Indonesia," pungkas dia.  

Video Terkait