Terjun Sejak Tahun 2003, Abdi Susanto Ini Bagikan Kiat Sukses Budidaya Kelinci

Abdi Susanto sejak 2003 terjun jadi pembudidaya kelinci. (Youtube Tanilink TV)

Editor: M Kautsar - Selasa, 11 Januari 2022 | 13:50 WIB

Sariagri - Kelinci merupakan salah satu hewan ternak yang memiliki prospek ekonomi cukup menjanjikan. Beragam varietas kelinci tersedia baik lokal maupun internasional, untuk kebutuhan hewan peliharaan hingga konsumsi.

Abdi Susanto merupakan salah seorang peternak kelinci asal Magelang, Jawa Tengah cukup lama bergelut di dunia peternakan hewan mamalia tersebut. Awalnya dia memelihara kelinci lokal saja, seiring berjalannya waktu dia pun fokus mengembangkan kelinci ras pedaging.

“Saya ternak dari 2003 berawal dari (jenis kelinci) lokal-lokal, kalau untuk fokus daging saya 2019 bulan Agustus,” ujar Abdi saat dihubungi Sariagri.id, Selasa (11/1).

Peternakan Abdi tepatnya terletak di Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, dan dia sekaligus pemiliki Blok Terwelu Kaliabu.

Abdi menyebutkan ras kelinci pedaging yang dibudidayakannya antara lain Hyla, Hycole, dan Selandia Baru. Menurutnya, beternak kelinci tidak membutuhkan lahan yang luas, hanya memanfaatkan lahan sisa yang tersedia.

“Untuk (ternak) kelinci ini tidak seperti kambing, atau sapi yang membutuhkan lahan besar, cukup lahan minimalis 1x2 meter atau mungkin di sebelah rumah ada sisa lahan itu bisa digunakan,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa yang terpenting dalam budidaya kelinci yaitu kedisiplinan mulai dari pemberian pakan hingga kebersihan kandang. Di peternakannya, jadwal untuk pemberian ransum pakan diberikan setiap pukul 07.00, dan pemberian rumput di pukul 18.00, dan pemberian ransum kedua di pukul 19.00.

“(Pakan) bisa diberikan full pellet, ini sudah mecukupi kebutuhan nutrisi jadi tidak harus pakan rumput,” jelasnya.

Selain pemberian pakan, lanjut Abdi, hal lain yang harus diperhatikan dalam beternakan kelinci adalah hindari kebisingan. Menurutnya, kelinci pedaging akan mudah stres jika tempat pemeliharaannya bising.

“Untuk ras pedaging ini cenderung mudah stres, jadi dari suara bising suara yang mengagetkan itu kelinci gampang stres,” terangnya.

Abdi melanjutkan hal yang perlu diperhatikan lainnya yaitu sirkulasi udara pada kandang, di mana perlu memiliki suhu yanhg stabil tidak panas dan tidak dingin.

“Kalau untuk kelinci itu yang penting kandang yang perlu diperhatikan, sirkulasi yang bagus, suhu stabil yang penting jangan panas, jangan dingin, kelinci itu akan bertahan ketika suhunya standar tidak mengalami perubahan suhu yang ekstrim,” tandasnya.

Dia menyarankan bagi pemula yang ingin memulai beternak kelinci bisa di mulai dari satu kelinci jantan dan dua kelinci betina. Menurutnya, jika sudah mengerti cara beternak mengawinkan dan sebagainya, jumlah induk bisa ditambahkan.

“Kalau untuk memulai ternak bisa dari satu jantan dua betina bisa untuk belajar, nanti kalau sudah bisa proses mengawinkan sampai beranak, sampai sapih nanti jumlah induk ditambah lagi,” imbuhnya.

Baca Juga: Terjun Sejak Tahun 2003, Abdi Susanto Ini Bagikan Kiat Sukses Budidaya Kelinci
Berawal dari Rasa Cinta Sang Buah Hati, Pria Ini Raih Omzet Jutaan Rupiah per Bulan dari Ternak Kelinci

Lebih lanjut Abdi menambahkan saat ini harga jual kelinci pedaging bervariasi, untuk kelinci jantan dibanderol dengan harga Rp 40 ribu per kilogram, sementara untuk betina Rp100 ribu per kilogram.

“Untuk kelinci sekarang harganya untuk jantan rata-rata Rp40 ribu per kilogram, untuk betina Rp100 ribu per kilogram,” pungkasnya.

Video Terkait