Kisah Petugas Gabungan dan Relawan Selamatkan Hewan Ternak dan Petani yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Petugas Gabungan selamatkan hewan ternak milik warga. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 8 Desember 2021 | 12:20 WIB

Sariagri - Empat hari pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021) sejumlah wilayah terdampak mulai dikosongkan dan ditinggal mengungsi oleh pemilik rumah.

Beberapa warga dan petani masih memilih bertahan dievakuasi oleh petugas gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Tagana dan relawan. Hal ini dilakukan menyusul kekhawatiran terjadinya erupsi susulan yang dimungkinkan terjadi lebih besar.

Satbrimob Polda Jatim, AKP Nono mengatakan pihaknya melakukan penyisiran untuk mengevakuasi warga atau petani yang bertahan di area terdampak.

“Kami bekerjasama dengan tim gabungan untuk mengevakuasi warga turun ke lokasi pengungsian yang lebih aman. Tim satbrimo Polda Jatim juga rutin melakukan patrol bermotor untuk menjamin keamanan barang berharga milik warga yang mengungsi, “ beber Satbrimob Polda Jatim, AKP Nono kepada Sariagri, Rabu (8/12/2021).

Dari hasil patroli, tim menemukan seekor anak domba yang terjerembab di lahan tanaman padi di lokasi Candipuro. Anak domba ini kemudian berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke rumah pemilik bersama dengan induknya.

“Anggota berhasil mengevakuasi satu ekor anak domba yang kepalanya terjebak lahar dingin di area sawah, namun masih hidup. Anak domba ini kemudian dikembalikan ke induknya yang ada di rumah warga. Kebetulan pemiliknya mengungsi, “ imbuhnya.

Upaya penyelematan petani juga dilakukan tim BPBD Lumajang dengan mengangkut pemilik gabah beserta pupuk agar bersedia mengungsi. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan kendaraan bak terbuka.

“Pak Sarjo warga curah kobokan ini awalnya tak mau mengungsi, namun setelah kami yakinkan diangkut bersama gabah dan pupuk, akhirnya bersedia naik ke kendaraan evakuasi. Saat kami evakuasi beliau turut bawa alat rice cooker, buat masak di pengungsian katanya, “ ungkap salah seorang anggota BPBD sambil setengah berteriak dari atas mobil evakuasi.

Sementara itu, Nampak sejumlah relawan membantu peternak kambing dan sapi melakukan evakuasi ternak dengan cara dinaikan ke atas mobil bak terbuka. Terbatasnya kendaraan besar seperti truk membuat sejumlah peternak dan relawan terpaksa menggiring ternak turun ke area pengungsian dengan berjalan kaki.

“Tolong, kami dicarikan truk untuk mengangkut sapi. Berat jika harus jalan kaki menuju lokasi pengungsian yang jaraknya sejauh 30 kilometer. Kalau peternak kambing enak, ada pick up yang bisa angkut, “ keluh salah seorang peternak sambil dibantu relawan.

Dari sejumlah upaya evakuasi ternak, terdapat pula relawan yang menjumpai seekor bebek yang kakinya terjebak di lahar dingin di kawasan sumber rejo kecamatan candipuro. Bebek ini selamat dari terjangan lahar panas dari lava erupsi gunung semeru, namun saat menyelamarkan diri, diduga kedua kakinya justru terperosok masuk ke dalam material.

Baca Juga: Kisah Petugas Gabungan dan Relawan Selamatkan Hewan Ternak dan Petani yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Masa Pandemi Covid-19, Sektor Pertanian Tetap Tumbuh Subur

“Kasihan langsung kami tolong, kedua kakinya terperosok material lahar panas yang masih empuk dan terjepit. Kami evakuasi dengan alat seadanya dan berhasil selamat. Selain kedua kakinya, ekor bebek juga terjepit material, “ ungkap Dono, salah seorang relawan.

Meski berhasil diselamatkan, bebek itu belum bisa diketahui pemiliknya.  “Bebek ini kami kembalikan ke kandang ternak di rumah warga tak jauh dari lokasi. Karena kami tidak tahu pasti pemilik bebek ini, “ tandasnya. 

Video Terkait