Menengok Bisnis Peternakan Kecoak di Cina yang Dulang Cuan Triliunan

Ilustrasi kecoak madagaskar. (Foter.com)

Editor: Dera - Selasa, 30 November 2021 | 07:00 WIB

Sariagri - Bisnis peternakan kecoak dalam skala besar telah dipraktekkan di Cina. Kecoak yang dihasilkan sebagian besar digunakan untuk pakan ternak,obat-obatan dan industri kosmetik.

Dilansir dari laman interestingengineering.com, pada tahun 2018, perusahaan farmasi Cina Gooddoctor mengklaim telah memperoleh pendapatan sebesar USD684 juta (sekitar Rp9,8 triliun) melalui penjualan “ramuan penyembuh” yang terbuat dari kecoak. Ramuan itu digunakan oleh ribuan rumah sakit dan jutaan pasien di Cina untuk mengobati penyakit pernapasan, lambung dan berbagai penyakit lainnya.

Penggunaan kecoak di Cina tidak hanya terbatas pada industri farmasi dan kecantikan, serangga kaya protein itu juga diproses dan dipelihara untuk menjadi pakan ternak unggas, menangani limbah makanan, dan sering disajikan di beberapa restoran Cina.

Dipercaya Bisa Jadi Obat

Peternakan kecoak merupakan bisnis yang menguntungkan di Cina. Dibanding peternakan hewan tradisional, biaya peternakan serangga itu lebih murah dan membutuhkan lebih sedikit sumber daya. Selain itu, kecoak juga berkembang biak dengan cepat (dalam setahun seekor kecoak Jerman dapat melahirkan 300.000 kecoak), jarang jatuh sakit dan tidak memerlukan pakan khusus.

Banyak orang di Cina percaya bahwa produk berbahan dasar kecoak efektif melawan bekas luka, kebotakan, gangguan pernapasan, masalah lambung, dan bahkan kanker. Meskipun hanya ada sedikit bukti ilmiah yang dapat diandalkan untuk memvalidasi keyakinan itu, para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa kecoak mampu menghabiskan hidup mereka di lingkungan yang kotor tanpa menjadi sakit karena menghasilkan antibiotik sendiri.

Dalam sebuah wawancara dengan Insider, Wen Jianguo dari Gooddoctor menyebut essence kecoak baik untuk menyembuhkan sariawan dan sakit lambung, luka kulit, dan kanker perut.

Pakan Ternak Kaya Protein

Distrik Zhangqiu di Kota Jinan merupakan rumah bagi banyak peternakan kecoak. Awalnya, peternakan-peternakan itu dibangun untuk mengatasi masalah limbah dapur, tetapi akhirnya menjadi sumber pakan organik untuk hewan ternak. Kecoak dipercaya dapat digunakan sebagai alternatif pakan yang lebih sehat dan kaya protein untuk ikan, unggas, babi, dan lainnya.

Salah seorang peternak kecoak, Li Yanrong, mengatakan bahwa budidaya kecoak dalam skala besar akan bermanfaat untuk menyediakan kebutuhan protein bagi seluruh siklus ekologi.

“Kita dapat mengganti pakan ternak yang diisi dengan antibiotik dengan pakan organik yang baik untuk hewan dan tanah”, ujarnya.

Yanrong juga menjelaskan bahwa kecoak di peternakannya memakan 50.000 kg sampah dapur setiap hari sehingga serangga itu pun terbukti berguna dalam mengolah sisa makanan.

Baca Juga: Menengok Bisnis Peternakan Kecoak di Cina yang Dulang Cuan Triliunan
Meski Menjijikan, Ternyata Kecoak Punya Fakta Menarik Salah Satunya Bawa Keberuntungan

Risiko Bisnis Kecoak

Walau membawa keuntungan, tetapi sebagian besar peternakan kecoak di Cina beroperasi secara rahasia. Alasannya, serangga tersebut tetap dilihat sebagai penyebar penyakit. Namun begitu, peternakan kecoak bukanlah praktik bisnis ilegal di Cina.

Sementara guna mencegah kecoak kabur dari sarangnya, peternakan di Cina membangun parit yang dipenuhi ikan pemakan kecoak. Ini menjadi upaya agar serangga itu tidak menyerang permukiman warga di sekitar peternakan. 

Video Terkait