Ular Piton Langka Senilai Rp133 Juta Hilang Dicuri, Begini Kronologisnya

Ular piton langka yang hilang dicuri. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Rabu, 17 November 2021 | 10:45 WIB

Sariagri - Tim buser Polsek Ngantru, Tulungagung, Jawa Timur berhasil meringkus dua pelaku pencurian 15 ekor ular piton langka milik Zaenal Arifin, seorang pecinta satwa, warga Desa Bendosari.

Zaenal mengaku tidak mengira jika kejadian listrik padam pada malam itu menjadi titik awal pelaku melancarkan aksi untuk mencuri ular koleksi miliknya. 

"Saat kejadian malam itu, listrik padam saya kira memang dari pusat PLN, saya memang tidak memeriksa meteran listrik yang ada di luar rumah. Saya tahunya pagi hari saat menjumpai sejumlah boks kontainer yang menjadi kandang ular berantakan dibawah. Ternyata modus matikan listrik cara pelaku mengambil ular saya," ujar pemilik ular piton langka, Zaenal Arifin kepada Sariagri, Selasa (16/11).

Ia baru menyadari jika listrik padam, maka CCTV yang berada di atas ruangan penyimpanan ular piton juga ikut tidak berfungsi. "Saya baru nyadar, jika listrik padam otomatis CCTV ikut off. Pelaku termasuk paham dan sudah mempelajari cara dia mencuri," imbuhnya.

Zaenal mengatakan saat itu pelaku diduga masuk ke area kandang ular dengan cara memanjat pagar.

"Pelaku mengambil 15 ekor ular dari dalam kontainer dan dimasukkan ke dalam kantong kain yang disiapkan. Total kerugian setelah saya hitung mencapai Rp133 juta. Nilai itu saya hitung dari harga jual ular antara Rp3 juta hingga Rp45 juta tergantung mob dan genetika" terangnya.

Dia membeberkan 15 ular jenis Reticulates python hilang dicuri, memiliki mob dan gen seperti jaguar, platinum, sun fire, bacan, motley, klawu, tiger.

"Semakin banyak campuran mob serta gen maka harganya semakin mahal," kata dia.

Selang setelah kejadian, Zaenal berinisiatif melapor ke polisi. Bersama petugas dari polsek Ngantru, Zaenal melakukan patroli siber di media sosial. Hasilnya diketahui ada seseorang yang diduga pelaku menjual ular jenis piton yang memiliki ciri-ciri mirip dengan miliknya.

"Setelah anggota bersama korban melakukan patrol cyber, dalam waktu tidak lama diketahui ada pemuda yang menjual ular piton yang memiliki ciri kemiripan dengan milik korban. Tim kemudian menyamar sebagai pembeli dan pelaku berhasil ditangkap,” beber Kapolsek Ngantru, AKP Puji Widodo.

Kedua pelaku berhasil diamankan polisi, yakni OK (20 tahun) dan RI (16 tahun) warga Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

"Kedua pelaku kami tangkap setelah diajak untuk bertransaksi COD di GOR Lembu Peteng Tulungagung," kata Puji.

Kedua tersangka kemudian dibawa ke Mapolsek Ngantru untuk kepentingan penyidikan. “Kepada tersangka Untuk OK, kami langsung lakukan penahanan, sedang tersangka RI karena  masih di bawah umur dikenakan wajib lapor dua kali sepekan," ujar dia.

Dari keterangan pelaku, tambahnya, sebelum melakukan aksinya, sekitar dua pekan sebelumnya berkunjung ke rumah korban, dengan maksud membeli ular peliharaan. Baik korban dan pelaku merupakan sesama pecinta reptil, namun beda komunitas.

Baca Juga: Ular Piton Langka Senilai Rp133 Juta Hilang Dicuri, Begini Kronologisnya
Video Viral Wanita Peluk Ular dan Menciumnya, Reaksinya Begitu Imut

"Hasil penjualan ular itu rencananya untuk membeli motor, dan sebagian untuk dipelihara sendiri," ujar Puji menirukan ucapan tersangka.

Dari pemeriksaan, juga diperoleh keterangan pelaku tak butuh waktu lama untuk menggasak ular-ular itu. "Pelaku mengaku hanya butuh waktu kurang dari satu jam. Ular-ular itu dibawa kabur menggunakan kantong kain," kata dia.

AKP Puji menambahkan untuk barang bukti sementara dibawa ke rumah korban, lantaran butuh perawatan khusus.

"Akibat perbuatannya, para tersangka kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara," tandasnya.

Video Terkait