Peternakan Jepang Promosikan Daging Wagyu Indukan Sapi yang Rendah Lemak dan Umami

Ilustrasi daging wagyu. (Pixabay/ leeyounghee)

Editor: M Kautsar - Rabu, 3 November 2021 | 18:10 WIB

Sariagri - Daging sapi jenis wagyu dikenal di seluruh dunia karena tekstur yang lembut, serta rasa umami yang luar biasa sehingga jenis daging ini menjadi yang paling mahal dan mewah di dunia.

Dilansir dari Kyodo News, Jepang menginisiasi ekspor daging sapi jenis wagyu yang baru, daging sapi rendah lemak dan sehat dari induk sapi betina yang diberi pakan khusus sehingga menghasilkan penuh cita rasa umami.

Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang yang bekerja sama dengan Pemerintah Jepang dan Kedutaan Besar Jepang di Swiss menyelenggarakan acara di Bern untuk memberikan sampel steak wagyu baru tersebut kepada pemasok daging lokal dan restoran di Swiss.

Daging jenis wagyu baru tersebut berasal dari Perkebunan Jukuho di Prefektur Shimane, Jepang Barat.

Biasanya daging wagyu berasal dari sapi muda berusia 27 hingga 30 bulan karena untuk mendapat kelembutan dagingnya. Tetapi indukan sapi wagyu yang berusia 90 hingga 100 bulan yang telah melahirkan berkali-kali biasanya disembelih untuk daging olahan atau daging cincang yang harganya murah.

Peternakan Jukuho, induk sapi wagyu yang sebelumnya bernilai rendah, kemudian diberi makan secara individual sehingga mereka mampu menghasilkan daging dengan kadar lemak rendah dengan harga terjangkau.

Menurut Presiden Perusahan Peternakan Jukuho, Shuhei Ishitobi mengatakan peternakan mereka mendapatkan induk sapi wagyu dari seluruh Jepang dan memberi induk sapi pakan berkualitas tinggi yang diperkaya dengan ragi, vitamin dan lingkungan yang bebas stres.

“Daging dari sapi-sapi menua saat hewan masih hidup karena itu kualitas daging berubah dan daging menjadi tua dengan komponen umami seperti asam amino,” jelasnya.

“Induk sapi (untuk wagyu) masih belum menjadi favorit di Jepang, tapi saya senang ada orang yang mengakui bahwa kandungan lemaknya tidak tinggi dan enak,” kata Ishitobi.

Menurut Ishitobi, kebanyakan orang di Jepang lebih suka daging wagyu muda yang empuk dengan rasa yang lemah. Tetapi daging sapi dari indukan wagyu yang lebih tua tampaknya lebih diterima di Eropa karena kelezatannya dengan rasa umami lebih kuat.

Manajer Divisi Luar Negeri di Ginkakuji Onishi, Hideki Onishi berharap dapat memperluas pasar daging sapi induk wagyu yang menurutnya memiliki aroma khas wagyu yang kuat dan rasa umami.

Baca Juga: Peternakan Jepang Promosikan Daging Wagyu Indukan Sapi yang Rendah Lemak dan Umami
SIKOMANDAN Genjot Produksi Sapi dengan Petugas Jaga 24 Jam

Ginkakuji Onishi membeli sekitar 30 induk sapi wagyu dari Jukuho Farm setiap bulan dan mengekspor daging wagyu ke delapan negara, termasuk Singapura, Italia, Prancis, dan Belanda. Setelah kira-kira enam bulan, kata Onishi, induk sapi yang lebih tua disembelih untuk diambil daging wagyunya. Menurut Onishi, metode produksi daging sapi wagyu ini sebagian besar tidak dikenal di Jepang.

"Saya berpikir untuk mengekspor daging ke luar negeri dulu, karena Jepang masih belum memahami pentingnya efisiensi dalam produksi daging," kata Onishi.

Ia berharap konsep yang berhasil di pasar Eropa ini pada gilirannya akan menarik minat konsumen Jepang.

Video Terkait