Peternak Berharap Jagung yang Disalurkan Tidak Mengandung Air Tinggi

Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN), Yudianto Yosgiarso. (Foto: Sariagri/Arif Ferdianto)

Editor: M Kautsar - Kamis, 30 September 2021 | 14:20 WIB

Sariagri - Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN), Yudianto Yosgiarso menyatakan pihaknya telah memberikan peringatan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) sejak awal tahun bahwa kebutuhan jagung akan sulit, namun tidak mendapat perhatian.

“Mengenai kekurangan jagung kami merasakan sejak dicanangkannya keinginan pemerintah untuk swasembada pangan. Kami sangat setuju, dengan adanya swasembada ini peternak akan semakin makmur, tetapi kenyataannya dengan adanya pecanangan itu impor semakin dikurangi yang kami terima harga jagung bukan semakin rendah, justru adanya carut marut yang berlanjut,” ujar Yudianto dalam webinar "Tersandung Data Jagung", Kamis (30/9).

Yudi mengungkapkan apabila stok jagung yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo sudah bisa disebarkan kepada para peternak pihaknya berharap jagung yang didapatkan tidak membuat trauma para peternak.

“Kami sungguh-sungguh sangat mohon jangan sampai peternak trauma untuk menerima jagung yang diinstruksikan oleh Bapak Presiden. Karena jagung yang diterima dengan kadar air hampir 25 (persen) ada yang 29 (persen) dari kenyataan yang harus kami terima 15 persen,” ungkapnya.

Dengan tegas, Yudi menyebutkan pihaknya tidak membutuhkan jagung dengan kadar air 29 persen, melainkan jagung dengan kadar 15 persen.

“Kalau jagung yang diberikan kepada peternak di atas kadar air yang di tentukan, ini sama saja tidak membantu tetapi membunuh para peternak juga meskipun jagungnya ada,” tegasnya.

Baca Juga: Peternak Berharap Jagung yang Disalurkan Tidak Mengandung Air Tinggi
BISCOW: Biskuit Inovasi Mahasiswa IPB University Bantu Tingkatkan Produktivitas Sapi Perah

Dia mencontohkan bahwa terdapat kelompok ternak yang mendapatkan jagung dengan kadar air tinggi, hal itu kemudian menyulitkan koordinator menyalurkan jagung tersebut karena, kata dia, peternak tidak mau menerima.

“Harapannya supaya nanti di dalam penunjukkan tugas ini (penyaluran jagung) betul-betul yang sampai di Bulog benar-benar jagung yang kering, jangan sampai jagung basah masuk ke penampungan-penampungan Bulog,” terangnya.

Video Terkait