Penyebab Kematian Tinggi, Waspadai dan Kenali Gejala Demam Babi Afrika

Peternakan babi. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 9 Agustus 2021 | 12:50 WIB

SariAgri - Penyakit demam babi Afrika atau Africa swine fever (ASF) mulai membuat peternak babi di dunia khawatir. Beberapa kasus besar serangan ASF seperti di Cina dan Republik Dominika telah menimbulkan kerugian besar dan kekhawatiran akan produk babi yang dihasilkan.

Lalu, bagaimana seorang peternak babi bisa mengenali tanda-tanda gejala ASF pada hewan ternaknya?

Seorang dokter hewan Amerika Serikat, Patrick Webb menjelaskan babi yang terinfeksi ASF terlihat mirip dengan babi terinfeksi penyakit hewan domestik dan asing lainnya seperti demam babi klasik (kolera babi), PRRS, dermatitis babi dan sindrom nefropati (PDNS) serta erysipelas, salmonellosis, actinobacillosis, infeksi haemophilus parasuis dan pseudorabies.

Dia menyebut beberapa gejala klinis yang dapat dicurigai sebagai ASF antara lain kematian secara tiba-tiba, demam tinggi, nafsu makan berkurang dan lemas, lesi kulit merah atau bercak-bercak, diare, abortus, sulit bernafas, batuk dan sesekali muntah.

Selain itu, Webb mengungkapkan strain ASF yang paling umum beredar luas merupakan penyakit menular tetapi penularannya di peternakan tidak terlalu cepat. Namun Webb menegaskan meski penularan ASF tidak terlalu cepat tetapi dapat menyebabkan tingkat kematian tinggi pada babi terinfeksi.

Baca Juga: Penyebab Kematian Tinggi, Waspadai dan Kenali Gejala Demam Babi Afrika
Paramedik Veteriner Unair Ingatkan untuk Cegah Penyakit Ternak

Karena itu, dia mendorong peternak babi dapat bekerja sama dengan dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis ketika hewan ternak mengalami sakit atau mati mendadak.

“Seperti kita lihat, wabah ASF di peternakan komersial di dunia seringkali menyebabkan kematian babi di bawah ambang batas yang menimbulkan kekhawatiran besar. Namun, mengingat apa yang dipertaruhkan dengan penyebaran ASF ke seluruh dunia, peternak perlu segera mengambil tindakan meskipun itu bisa menjadi penyakit umum seperti PRRS atau influenza,” kata Web dikutip dari Agweb.

Video terkait:

 

Video Terkait