Bakteri dalam Perut Sapi Ternyata Bisa Mengurai Plastik

Ilustrasi - Hewan ternak sapi. (Pixabay)

Editor: Reza P - Senin, 5 Juli 2021 | 17:40 WIB

SariAgri - Para peneliti baru-baru ini menemukan enzim dalam rumen atau bagian lambung sapi yang dapat mengurai plastik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi persoalan limbah sampah plastik di masa mendatang.

Bakteri yang dijelaskan dalam jurnal Frontiers in Bioengineering and Biotechnology, diyakini dapat digunakan untuk mengurangi sampah plastik di tempat pembuangan sampah dan ekosistem yang tercemar. 

Penemuan ini sebenarnya tidak sepenuhnya baru. Pasalnya, makanan sapi dan hewan ruminansia lainnya selama ini diketahui mengandung sejumlah besar poliester tumbuhan alami. 

Para ilmuwan menduga bakteri itu mungkin juga bisa memecah plastik sintetis, yang serupa dalam konstruksi dan komposisi kimianya. "Komunitas mikroba besar hidup di retikulum rumen dan bertanggung jawab atas pencernaan makanan pada hewan," kata rekan penulis studi Doris Ribitsch dalam siaran pers. 

“Jadi kami menduga bahwa beberapa aktivitas biologis juga dapat digunakan untuk hidrolisis poliester,” kata Ribitsch, seorang peneliti di Universitas Sumber Daya Alam dan Ilmu Hayati di Wina, Austria.

Di laboratorium, para peneliti memaparkan tiga jenis plastik yang berbeda ke mikroba yang berasal dari rumen sapi. Pertama, para ilmuwan memberi makan bakteri polietilen tereftalat atau PET, polimer sintetis yang digunakan dalam tekstil dan kemasan. 

Para peneliti juga menguji polybutylene adipate terephthalate, PBAT, plastik biodegradable yang digunakan untuk membuat kantong plastik, dan bahan polimer berbasis bio yang disebut polyethylene furanoate.

Hasilnya ditemukan, mikroba yang hidup dalam cairan rumen sapi berhasil memecah ketiga plastik jauh lebih efisien daripada strain bakteri yang diuji sebelumnya, menunjukkan keuntungan sinergis di antara komunitas mikroba yang hidup di perut sapi. Mikroba ini kemungkinan tidak hanya menghasilkan satu, tetapi banyak enzim yang mampu memecah plastik. 

Baca Juga: Bakteri dalam Perut Sapi Ternyata Bisa Mengurai Plastik
Ada Dewi Ular Legenda China, Ini 7 Hewan Baru yang Ditemukan di 2021

“Karena banyaknya rumen yang menumpuk setiap hari di rumah pemotongan hewan, upscaling akan mudah dibayangkan,” kata Ribitsch, seperti dilansir UPI, belum lama ini.

Ribitsch dan rekan-rekannya berencana untuk terus menguji kemampuan komunitas mikroba pemakan plastik ini.

"Terlepas dari kenyataan bahwa cairan rumen bisa menjadi sumber yang murah untuk enzim pendegradasi polimer, penelitian di masa depan harus ditujukan pada identifikasi dan budidaya mikroba dan enzim," tulis para peneliti.

Video Terkait