Burung Camar di Bahrain Kesulitan Terbang Akibat Obesitas

Ilustrasi burung camar. (Foto: Pixabay)

Editor: M Kautsar - Minggu, 21 Februari 2021 | 19:00 WIB

SariAgri - Sampah dari makanan cepat saji atau fast food, perlu menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah. Di Bahrain, burung camar mengalami kegemukan atau obesitas akibat memakan sampah makanan cepat saji.

Dilaporkan The Independent, burung-burung itu dengan rakus makan di atas nampan machboos, hidangan nasional kerajaan Bahrain, yang terdiri dari ayam pedas dan nasi yang dimasak dengan minyak.

Para pejabat mengatakan burung camar telah terbiasa dengan makanan itu sehingga mereka sekarang menghindari tempat makan alami mereka, laut.

Ketua Komite Teknis Dewan Kota Utara Bahrain, Abdullah Al Qubaisi, sempat mendapat laporan burung camar gemuk yang terhuyung-huyung di jalan-jalan "menurunkan reputasi lingkungan yang terhormat".

Abdullah menyerukan untuk menindak pembuangan makanan secara tidak benar. “Burung camar tidak lagi terbang karena mereka sangat kelebihan berat badan. Kami dapat melihat mereka berjalan di tanah - ini seperti mereka baru saja pulang kerja dan pulang untuk makan siang," kata Abdullah.

“Kami hanya pernah melihat mereka memakan sisa makanan seperti machboos dan hidangan tradisional lainnya," ucap dia.

Dokter hewan telah mengingatkan popularitas burung-burung camar yang mengalami obesitas. Termasuk juga hewan peliharaan yang gemuk akibat diberi makan pemiliknya secara berlebihan. Kondisi itu akan membahayakan kesehatan para hewan.

Baca Juga: Burung Camar di Bahrain Kesulitan Terbang Akibat Obesitas
Cara Nicholas Saputra Kurangi Sampah Plastik

Kondisi serupa juga terjadi di Inggris. Sampah makanan manusia menarik burung camar. Burung camar makan makanan cepat saji yang dijatuhkan di luar ruangan.

Enam tahun lalu, para peneliti di Universitas Liverpool menemukan bahwa berat badan burung camar menumpuk setelah makan terlalu banyak makanan yang dibawa pulang. Studi tersebut mengatakan hal itu dapat menyebabkan masalah kesehatan mereka berkembang.

Video Terkait