Modernisasi Kandang Demi Hasil Ternak yang Baik

Modernisasi Kandang (Usman Muin/SariAgri)

Penulis: Idho, Editor: Redaksi Sariagri - Senin, 24 Agustus 2020 | 11:30 WIB

SariAgri - Kandang merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan salah satu bagian dari manajemen ternak unggas. Sebab kandang salah satu penentu keberhasilan dalam beternak. Kesalahan dalam kontruksi kandang dapat berakibat fatal yang berujung pada kerugian.

Ada tiga jenis kandang yang sering digunakan peternak berdasarkan tipe dinding, bentuk lantai, tipe atap dan cara pemeliharaan. Jenis kandang berdasarkan tipe dinding dapat dibedakan menjadi kandang terbuka (open house), kandang semi tertutup (semi closed house) dan kandang tertutup (closed housed).

Menurut Irfan Muhammad, Salah satu dosen pengajar di Universitas Sulawesi Barat, mengatakan, kandang dengan sistem terbuka merupakan kandang yang dindingnya terbuka biasanya terbuat dari kawat, kayu atau bambu. Kandang modern closed house merupakan kandang dengan dinding tertutup dan biasanya terbuat dari bahan-bahan permanen dengan sentuhan teknologi tinggi.

Sedangkan kandang semi closed house adalah gabungan dari sistem open house dan closed house. Dinding kandang modern tipe ini ditutupi oleh tirai yang bisa dibuka, selain itu juga sudah menggunakan bahan permanen dengan gabungan teknologi modern.

Berita Peternakan - Modernisasi Kandang Demi Hasil Ternak yang Baik

“Dalam bisnis peternakan ayam terkadang beberapa orang bingung memilih jenis kandang yang cocok. Namun kandang yang biasa digunakan oleh peternak ayam petelur dan ayam pedaging berbeda. Dalam menentukan jenis kandang, peternak terlebih dahulu mengetahui kelemahan dan kekurangan dari tiap jenis kandang tersebut. Dengan demikian perkembangan bisnis lebih cepat tercapai,” ujarnya kepada SariAgri.id

Modernisasi kandang bukan hanya closed housed, tapi model semi closed housed atau penggunaan teknologi kandang bisa membantu pertumbuhan ayam yang semakin cepat. Saat ini peternak mulai bergeser dari kandang terbuka kearah pemanfaatan teknologi kandang semi tertutup dan tertutup. Bahkan peralatan sudah mengarah pada semi maupun full otomatis.

Mengingat adanya pembatasan Antibiotic Growth Promoter (AGP) serta penerapan kesejahteraan hewan sehingga biosecurity mutlak dilakukan. Gerakan modernisasi perkandangan untuk menghasilkan ternak ayam yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pasar global.

Irfan menambahkan, perlu adanya gerakan moderenisasi perkandangan agar peternak memperbaiki kandangnya agar memenuhi syarat untuk memenuhi kebutuhan ayam tersebut.

Sistem kandang modern (closed housed) ayam bisa mendapatkan sirkulasi udara dalam kandang yang bagus, pengaturan suhu ketika ayam masih kecil hingga besar, peghilang bau, pakan bisa diberikan secara serentak, pemberian minum tidak tercecer, menurunkan angka mortalitas, efesiensi pakan dan tenaga kerja serta meningkatkan performance ayam itu sendiri.

Perbaikan kandang menuju modernisasi dapat meningkatkan kesejahteraan hewan dan efisiensi bagi peternak. Kematian ayam berkurang dan pertumbuhan cepat. Efisiensi dimaksud yakni feed convertionnya bisa turun 0,2 dari 1,7 menjadi 1,5.

“Meski saat ini masih banyak memegang teguh perkandangan dengan metode tradisional, jika melihat perkembangan perunggasan saat ini tentu akan kalah saing,” Tuturnya.

Seperti kerja sama antara Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin dengan PT Chaeron Pokhpand, dengan membangun kendang unggas Closed Housed dengan kapasitas 20.000 ekor. Sebagai upaya mendorong industri peternakan unggas berbasis teknologi dengan pelibatan instansi Pendidikan.

Kandang tipe closed housed adalah tipe kandang yang sudah banyak digunakan di negara-negara maju. Tipe kandang ini dapat dapat mengontrol kondisi dalam kandang dengan heater dan fan yang dipasang pada kandang. Fan yang dipasang dapat mengeluarkan udara panas di dalam kandang sehingga dapat menghasilkan tingkat kelembaban dan temperatur yang sesuai dengan yang dibutuhkan ayam.

Fan berfunsi mengurangi stres pada ayam akibat pemeliharaan yang dilakukan oleh alat sehingga mengurangi kontak ayam dengan manusia.

Secara kontruksi, kandang closed housed terdapat sistem tunnel dengan mengandalkan aliran angin untuk mengeluarkan gas sisa, panas, uap air dan menyediakan oksigen untuk kebutuhan ayam. Tunnel lebih cocok untuk area dengan temperatur maksimal 30 oC.

Evaporative Cooling System (ECS) pada closed housed dengan mangandalkan aliran angin dan proses evaporasi dengan bantuan angin. Closed housed hanya cocok untuk daerah panas dengan suhu udara diatas 33 oC.

Kandang closed housed bergantung pada mesin, jika terjadi kesalahan pengaturan mesin dalam kandang, ayam dalam kandang akan terkena dampaknya. Biaya operasional dan investasi tipe colesd housed lebih besar jika dibandingkan dengan open housed.

“Jika dibandingkan dengan kandang open house, tipe kandang yang banyak digunakan di Indonesia. Biaya pembangunan kandang yang lebih murah dan perlengkapan tidak memerlukan teknologi canggih seperti closed housed,” tambahnya.

Kandang open housed biasanya terbuat dari kawat atau bambu, bertujuan untuk sirkulasi udara masuk didalam kandang. Sehingga kandang tipe ini dipengaruhi oleh lingkungan luar. Apabila kondisi luar terlalu panas atau terlalu dingin maka pertumbuhan dan kesehatan ayam akan terpengaruh pada produktivitas yang tidak maksimal.

Untuk mengatasinya, peternak perlu mengatur kondisi dalam kandang, mengatur jarak antar kandang, lebar dan ketinggian kandang, serta ventilasi untuk mengatur sirkulasi udara.

Seorang peternak harus bisa memilih kandang yang sesuai dengan lahan serta lingkungan, karena dampak yang timbul dipengaruhi oleh lingkungan diantaranya bau. Semua jenis kandang memiliki keunggulan serta kekurangan. Sebagai peternak sekiranya bisa belajar tentang cara menerapkan manajemen yang tepat.

Menurut Muhammad Nasal Sandy Sainal (33), khusus untuk di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan kebanyakan masih mengunakan kendang sistem open housed. Meski demikian, perusahaan kemitraan mengajak dalam modernisasi perkandangan. Sehingga perlahan sudah ada yang menggunakan kendang tipe semi Closed housed.

“Diperlukan modal lagi dalam mengubah tipe kandang, namun kami mengusahakannya. Sebab jelas sekali perbedaannya ketika mengunakan tipe kandang yang modern dibanding yang sekarang. Pertumbuhan ayam akan cepat dan keuntungan juga bisa berlipat,” ujarnya kepada SariAgri.id

Berita Peternakan - Modernisasi Kandang Demi Hasil Ternak yang Baik

Apabila memilih kandang tradisional, peternak harus tahu bagaimana merawat sekam, serta sistem buka tutup tirai saat DOC maupun ayam sudah mendekati panen. Masalah terbesar yang kita hadapi bukan sepenuhnya kandang tetapi kendala penyakit maupun pertumbuhan ayam. Sebab selain kesehatan kita dituntut supaya ayam panen mencapai bobot yang susuai.

Perubahan cuaca menjadi titik kritis bagi kandang terbuka. Sekarang musim panas dan hujan tidak dapat diprediksi kapan terjadi. Ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu pakan, air dan lingkungan.

Secara biologis, broiler membutuhkan suhu yang makin rendah seiring dengan bertambahnya umur. Semakin besar ukuran ayam akan bertambah umurnya dan semakin rendah suhu yang dibutuhkan.

Masalah yang kerap terjadi dilapangan disaat ayam perlu dilingkungan dengan suhu rendah, secara alami suhu diluar kandang disiang hari dapat mencapai 32-34 oC. Maka perlu sebuah konsep untuk menyesuaikan suhu agar broiler dapat merasa nyaman berada dalam kandang.

Video Terkait



Baca Juga: Modernisasi Kandang Demi Hasil Ternak yang Baik
Perangi Kemiskinan, Uzbekistan Dorong Sektor Peternakan dan Pertanian