Unik, Karapan Kambing Berhadiah Rp60 Juta di Madura

Para kambing yang siap berkompetisi di karapan. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 1 Juli 2022 | 16:50 WIB

Sariagri - Sejak adanya kelonggaran aktivitas warga atau relaksasi pasca pandemi covid-19, sejumlah tempat hiburan dan event kembali dibuka. Termasuk gelaran lomba karapan kambing di Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ajang ini selain sebagai hiburan warga dan anak-anak di tengah liburan panjang sekolah juga sekaligus meningkatkan perekonomian para peternak kambing. Menurut ketua panitia lomba, Matdakker, adu balap kambing sudah menjadi bagian tradisi budaya lokal madura yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.

“Selain menjadi ajang silaturahmi antar peternak, juga sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur kami dalam hal ini tradisi lokal. Bahkan jika ada kambing yang juara, harganya bisa naik berlipat-lipat dari biasannya. Sehingga otomatis bisa meningkatkan taraf hidup peternak kambing,” terang Matdakker kepada Sariagri, Kamis (30/6/2022).

Lebih jauh, ia menerangkan dalam lomba karapan ini, ada 2 kambing di garis start untuk beradu kecepatan di lapangan berukuran 6 x 24 meter.

Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu, kambing itulah yang dianggap sebagai pemenang,” ujarnya seraya menunjuk arena lomba karapan.

Namun, untuk membuat kambing bisa berlari cepat, tiap pemilik memiliki trik tersendiri. Ada yang dibagian kepala kambing digantungi kalung klintingan, agar bunyi nyaring sehingga kambing berlari kencang.

“Selain klintingan di leher ada juga yang mengikat kaleng di bagian badan dan ekor kambing. Jadi seakan kambing ini ada yang mengejar dan memukul badannya sehingga larinya cepat sekali,” tuturnya.

Namun akibat banyaknya gantungan kaleng, membuat kambing berlari tak terkendali arah, sehingga berbelok dan masuk ke jalur finish lawan. Dalam menentukan kambing pilihan untuk karapan, ia berbagi tip berdasarkan pengalaman para peserta.

“Kali ini kambing aduan yang ikut karapan sebanyak 95 ekor. Masing-masing peserta memiliki tips berbeda dalam mempersiapkan kambing yang dilombakan. Ada yang memberikan pijetan, ramuan hingga memandikannya,” ucap Matdakker.

Sementara umumnya kambing yang dikutkan karapan, mayoritas berjenis kelamin betina dan belum pernah memiliki keturunan. Usianya pun masih muda, tidak kurang dari 1,5 tahun.

Baca Juga: Unik, Karapan Kambing Berhadiah Rp60 Juta di Madura
Rekor Dunia! Bayi Kambing Ini Lahir dengan Telinga 46 Sentimeter

Kambing karapan ini pun secara fisik pasti terlihat berbeda dengan kambing pada umumnya. Kambing karapan selalu memilih jenis kambing betina, dengan usia minimal 4 bulan. Tidak dipilihnya kambing berjenis kelamin jantan disebabkan kecenderungan kambing jantan yang tidak bisa fokus pada balapan,” bebernya.

Melalui perlombaan ini, para juara akan mendapatkan hadiah menarik berupa trophy dan barang elektronik.

“Hadiahnya hanya untuk memeriahkan dan tidak seberapa harganya seperti televise, mesin cuci dan kipas angin. Namun yang terpenting para kambing juara secara otomatis harganya bisa naik secara drastis. Dari harga normalnya yang hanya Rp5 juta-an, bisa naik menjadi Rp60 juta-an,” pungkasnya.

Video Terkait