Angka Kematian Anak Sapi Meningkat, Kementan Salurkan Obat PMK

Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Harvick Hasnul Qolbi Menyaksikan Vaksinasi Sapi di Lombok barat. (SariAgri/yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 1 Juli 2022 | 16:20 WIB

Sariagri - Sariagri - Menanggapi isu maraknya kematian anak sapi karena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Harvick Hasnul Qolbi melakukan pertemuan dengan kelompok tani kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Gunung Sari, Desa Jembatan Kembar Kabupaten Lombok Barat, Kamis 30 Juni 2022. 

Dalam arahannya, Harvick mengaku prihatin terhadap dampak dari PMK yang secara cepat menyebar hingga membuat perkembangan sapi para peternak menjadi terhambat.

Ia menilai wabah ini merupakan musibah yang harus ditangani bersama oleh pemerintah. Belakangan, pemerintah pusat kata Harvick telah melakukan identifikasi terhadap dampak PMK, dengan memaksimalkan koordinasi agar PMK cepat tertangani. 

"Seperti informasi dari kepala dinas Lombok Barat ini bahwa meski banyak yang terinfeksi PMK namun banyak juga yang sembuh. Mungkin yang anakannya ini tidak terlalu banyak,"katanya. 

Harvick memuji gerak cepat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menanyakan dan menjemput program di kementerian. Menurutnya ini merupakan terobosan luar biasa dari Pemkab Lombok Barat khususnya pejabat dinas pertanian sehingga informasi tentang program dan kebijakan cepat sampai dan diterima.

"Lombok Barat ini luar biasa dan cepat dalam mencari informasi dan program di pusat sehingga berbagai informasi tentang kebijakan pusat cepat diketahui oleh daerah" ujarnya. 

Lebih lanjut, Harvick meminta agar Pemerintah Daerah dapat menyesuaikan program mereka dengan regulasi di daerah agar dapat dianggarkan dan dilaksanakan. Ia mengatakan hal ini sangat penting sebagai dasar pelaksanaan kegiatan atau program. 

Dalam kesempatan ini juga wamen pertanian mengatakan bahwa pihaknya juga sangat konsen untuk mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Menurutnya Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi PMK. Hal ini juga telah dilaporkan secara langsung kepada Presiden dan Wakil Presiden. 

"Berbagai kegiatan yang kita lakukan dalam penanganan PMK kami laporkan secara langsung termasuk kegiatan kita hari ini sudah kami laporkan kepada presiden dan wakil presiden" ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Pertanian juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok tani di Lombok Barat berupa obat obatan dan alat Pertanian. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para petani dalam meningkatkan produksi hasil pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat,H. L. Winengan dalam sambutannya mengatakan bahwa Lombok Barat ini merupakan satu satunya Kabupaten yang memiliki obat Penyakit Mulut dan Kuku  (PMK). 

Baca Juga: Angka Kematian Anak Sapi Meningkat, Kementan Salurkan Obat PMK
Kunjungi Peternak Terdampak PMK, Wapres Ingatkan Hewan Kurban Harus Sehat

Ia mengatakan berbagai langkah cepat telah dilakukan oleh dinas pertanian untuk mengatasi PMK ini. Dalam kesempatan ini ia juga meminta dukungan dari wakil menteri Pertanian untuk mengatasi PMK di Lombok Barat. 

"Tentu kita akan terus berupaya mengatasi PMK ini dan tentu kami berharap pak wamen yang juga sahabat saya dan sahabat pak bupati untuk membantu kami di Lombok Barat dalam mengatasi PMK ini" ujarnya. 

Video Terkait