Kepala BNPB: Teknis Penanganan PMK Sama seperti Covid-19

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Suharyanto . (Sariagri/Dwi Rachmawati)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 30 Juni 2022 | 16:05 WIB

Sariagri - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Suharyanto mengatakan secara teknis penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sama seperti Covid-19. Menurut dia, penanganan PMK terdiri dari tahap pencegahan, karantina dan pengujian (testing).

"Teknis pelaksanaannya di lapangan sama seperti penanganan Covid-19," ucapnya di Kantor Kementerian Pertanian, di Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2022).

Adapun alat testing yang disediakan, sebut, Suharyanto, meliputi PCR, antigen, dan sarana khusus ELISA Reader. Suharyanto menjelaskan, ternak yang terinfeksi PMK akan segera menjalankan prosedur pengobatan. Sementara ternak yang masih sehat akan dikarantina dan divaksin.

"Sementara yang sudah sakit diobati, meski belum ada ada obat untuk mengatasi PMK tetapi bisa ditingkatkan antibodinya dan diberikan vitamin, sama seperti manusia saat Covid-19. Jadi ditingkatkan antibodinya supaya apabila nanti terkena virus ini tidak sampai mati," jelas Suharyanto.

Lebih lanjut Suharyanto menyebutkan untuk ternak yang mati akibat PMK akan dilakukan pemusnahan (stamping out).  Bagi peternak kecil yang ternaknya mati akibat PMK, kata Suharyanto, akan diberikan kompensasi maksimal Rp10 juta per ekor.

"Bagi peternak kecil yang ternaknya terpaksa harus mati karena PMK ini akan diberi ganti rugi oleh pemerintah, paling tinggi Rp10 juta per ekor," jelasnya.

Baca Juga: Kepala BNPB: Teknis Penanganan PMK Sama seperti Covid-19
8 Kecamatan di Bantul Zona Merah PMK

Dia menambahkan, pemerintah telah membentuk satuan tugas (Satgas) penanggulangan PMK yang terintegrasi dari berbagai unsur antara lain BNPB, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, dan lainnya.

Di tingkat daerah, satgas dipimpin oleh Sekretaris Daerah kabupaten maupun kota yang dibantu oleh Komandan Satuan TNI dan Polri di daerah. Selain itu juga melibatkan dinas-dinas terkait, asosiasi sarjana peternakan, asosiasi obat hewan Indonesia dan sebagainya.

Video Terkait