Kalteng Surplus Ketersediaan Hewan Kurban untuk Kebutuhan Idul Adha

Ilustrasi - Hewan kurban. (Pixnio)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 30 Juni 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan ketersediaan hewan kurban di daearahnya untuk menghadapi Hari Raya Idul Adha 2022 masih dalam kondisi surplus. 

"Baik untuk pemenuhan kebutuhan sapi maupun kerbau, hingga kambing maupun domba, Kalteng masih dalam kondisi surplus," ujar Kepala DTPHP Kalteng Riza Rahmadi di Palangka Raya, Kamis.

Untuk kebutuhan sapi dan kerbau 10 ribu ekor, sedangkan kambing dan domba 3.090 ekor. Potensi ketersediaan sapi maupun kerbau 10.330 ekor atau 103 persen, sedangkan potensi ketersediaan kambing dan domba 3.718 ekor atau 120 persen.

Hanya saja, lanjut dia, memang kondisi di masing-masing kabupaten di Kalteng tidak surplus secara menyeluruh, sehingga untuk pemenuhan setiap daerah, DTPHP mendorong agar bisa saling bersinergi.

Riza menjelaskan, daerah di Kalteng yang masuk kategori surplus untuk potensi ketersediaan sapi maupun kerbau di antaranya Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya.

Berdasarkan data yang dimiliki, kebutuhan sapi dan kerbau untuk menghadapi Idul Adha di Kotawaringin Timur 1.450 ekor dengan potensi ketersediaan 2.368 ekor. Sedangkan Palangka Raya kebutuhannya 600 dan potensi ketersediaan 2.364 ekor.

"Selain sinergi antar daerah dalam pemenuhan kebutuhan hewan kurban ini, pasokan hewan ternak dari luar Kalteng juga dilakukan, tentunya melalui pengawasan dan pemenuhan regulasi yang ketat sebagai upaya mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," terangnya.???????

Riza memaparkan, dalam SOP pemasukan hewan ternak salah satunya yakni harus dilampirkan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah pengirim.

"Jadi sebelum mereka melalulintaskan ternak masuk ke tempat kita, maka surat keterangan kesehatan hewan itu harus dipenuhi," tegasnya.

Selain itu sebagai upaya pencegahan PMK, juga diterapkan kebijakan karantina hewan ternak selama 14 hari. Ditetapkannya 14 hari, karena itu masa inkubasi PMK.

Baca Juga: Kalteng Surplus Ketersediaan Hewan Kurban untuk Kebutuhan Idul Adha
Petani Belanda Protes Regulasi Iklim yang Mengancam Ditutupnya Peternakan



"Tidak bisa kita tawar untuk di sini (lama karantina), karena itu adalah masa inkubasi PMK," pungkasnya.

Video Terkait