Mentan Syahrul : Prioritas Vaksin PMK untuk Daerah yang Terkena Wabah

Mentan Syahrul Yasin Limpo disela pembukaan Pra Pekan Nasional (Prapenas) Petani dan Nelayan di Kabupaten Maros. (Antara)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 29 Juni 2022 | 15:10 WIB

Sariagri - Sebanyak 200.000 ekor hewan ternak di Indonesia yang tersebar di 19 Provinsi telah terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Untuk itu diperlukan langkah cepat dalam menangani masalah ini secara serius agar tidak semakin mewabah.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, saat menghadiri sebuah acara di Universitas Brawijaya Malang, beberapa waktu lalu.

“Hingga hari ini, setidaknya 200 ribu lebih  kasus penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak sudah masuk ke kantor kementerian pertanian dan tersebar di 19 provinsi indonesia. Karena itu kementan langsung mendistribusikan vaksin sejak 18 juni lalu untuk menanggani kasus ini agar tidak semakin mewabah,” kata Mentan, Syahrul Yasin Limpo kepada Sariagri, Sabtu (25/6/2022).

Mentan mengatakan sebaran PMK pada hewan ternak tidak boleh dianggap ringan, karena sudah banyak yang terpapar.

Ia juga menambahkan pemerintah telah melakukan distribusi vaksin PMK pada 18 Juni sebanyak 800 ribu dosis, dan akan ada distribusi susulan dengan jumlah 3 juta dosis vaksin.

Syahrul menambahkan, prioritas vaksin PMK akan dilakukan untuk daerah-daerah yang sudah terkena wabah PMK, khususnya di 19 provinsi.

Menurutnya, bila ada daerah yang belum menerima vaksin PMK hal itu diakui karena proses pendistribusiannya yang tidak sederhana. Hal ini tentu membutuhkan tahapan yang tak sebentar karena ada perlakuan - perlakuan khusus, agar vaksin PMK dapat dimanfaatkan.

"Katakanlah turun dari pesawat masuk ke gudang penyimpanan dingin, harus pakai dua derajat, pakai cool box khusus, sesudah cool box khusus, diantar pakai pemasok dingin ke semua daerah," ucap Syahrul.

Ia menambahkan, untuk pendistribusian vaksin tersebut pihak Kementan juga bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian kesehatan (Kemenkes), dalam penyimpanan vaksin PMK.

"Kemarin itu semua fasilitas Covid melalui BNPB dan berbagai fasilitas yang ada, termasuk fasilitas yang ada di Kemenkes akan kita gunakan untuk menyimpan seluruh Indonesia," tuturnya.

Sejauh ini dikatakan pria kelahiran Makassar ada sebanyak 3 juta vaksin yang didistribusikan ke daerah-daerah. Jumlah itu disebut Mentan berdasarkan rekomendasi dan verifikasi jumlah sapi dan hewan ternak yang dinyatakan positif PMK. Bahkan di Malang tidak semua desa dan kecamatan masuk wilayah zona merah PMK.

Penetapan zona merah didasarkan pada banyaknya kasus kematian dan penularan hewan ternak di masing masing desa atau kelurahan, dan bukan berdasar pada luasan kota atau provinsi.

Baca Juga: Mentan Syahrul : Prioritas Vaksin PMK untuk Daerah yang Terkena Wabah
Tingkat Kesembuhan Hewan Terserang PMK di Daerah Ini Capai 80 Persen

"Yang 3 juta dulu, karena yang terkena seluruhnya kurang lebih 200an sekian ribu. Tentu saja kita tidak boleh menganggap ini ringan, karena penyebarannya melalui airborne atau carrier. Oleh karena itu tentu daerah-daerah yang merah yang daerah zona kenyamanan dan desa, tidak seluruh Malang merah hanya beberapa kecamatan beberapa desa itu zona merah," jelasnya.

Hingga kini pemerintah masih terus melakukan percepatan penanganan kasus PMK pada hewan ternak, mulai dari mendatangkan jutaan dosis vaksin, pendistribusian hingga ke pelosok negeri, serta pencegahan penyebaran ke daerah lain yang masih berstatus hijau atau terbebas dari virus mematikan tersebut.

Video Terkait