Peternak Ini Urung Jual Hewan Kurban karena 14 Ekor Kambingnya Dicuri

Anang Ugudi Krestiono, peternak asal Desa Ngreco, Blitar kehilangan 14 ekor kambing miliknya yang dibawa kabur pencuri. (Sariagri/Arief L)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 28 Juni 2022 | 11:00 WIB

Menjelang Idul Adha, kasus pencurian hewan ternak jenis kambing di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur kian marak. Warga tiga desa di dua kecamatan di Blitar resah karena pelaku pencurian bergaya ninja selalu bisa meloloskan diri ketika dikejar.

Warga mengatakan pencurian biasanya terjadi malam hari sehingga memaksa pemilik kambing bersiaga dengan tidur di kandang ternaknya.

“Meski sudah ada yang berjaga di kandang tetap saja, ada yang kemalingan. Pelaku ala berpakaian ninja ini cepat beraksi, bahkan sudah dilakukan pengejaran tapa saja mudah menghilang di tengah malam,” ujar seorang warga Desa Sidomulyo, Wawan kepada Sariagri.id, Senin (27/6/2022).

Wawan menyebutkan teror pencurian kambing tidak hanya terjadi di Desa Sidomulyo dan Desa Ngreco Kecamatan Selorejo, namun juga merebak di Desa Sidorejo Kecamatan Doko. Anang Ugudi Krestiono, peternak asal Desa Ngreco kehilangan 14 ekor kambing miliknya karena dibwa kabur pencuri.

“Jarak rumah saya dengan kandang sangat dekat, hanya sekitar 5 meter. Namun anehnya, tidak  terdengar suara teriakan kambing saat dibawa kabur pelaku. Demikia pula warga sekitar juga tidak ada yang mendengar suara kambing berisik saat dibawa kabur beramai-ramai. Total 14 kambing saya hilang,” keluhnya.  

Dia baru mengetahui kambing yang hendak dijadikan hewan kurban hilang di pagi hari saat akan memberi pakan. Akibat pencurian ini, dia menderita kerugian Rp41 juta.

“Padahal beberapa hari sebelumnya sudah dilihat pembeli asal Malang dan sudah terjadi tawar-menawar. Namun belum cocok dari segi umur kurang seminggu kambingnya. Lalu ada kejadian kemalingan ini. Total 14 ekor kambing itu harganya Rp41 juta,” bebernya.

Korban berikutnya adalah Aini, peternak di Desa Sidorejo, Kecamatan Doko. Dia kehilangan belasan ekor kambingnya dalam semalam.

Sejak marak pencurian kambing, warga selalu bersiaga dan memilih tidak tidur di malam hari. Bahkan ada warga yang tidur di kandang kambing seperti yang dilakukan Yudi, warga Dusun Sidorejo.

"Lokasi hilangnya 14 kambing di Desa Ngreco ini kan berbatasan dengan dusun kami. Jadi sekarang kami bersiaga. Sudah seminggu ini kami tidur di dekat kandang di belakang rumah," kata Yudi yang memiliki 22 ekor kambing.

Di Desa Sidomulyo dan Desa Ngreco, kebanyakan warga memelihara kambing selain bertani. Biasanya, mereka menjual ternaknya saat harga naik menjelang Hari Raya Idul Adha. Namun saat harga kambing membaik, diikuti fenomena pencurian kambing.

"Kalau malam, jarang ada warga yang tidur karena saling berjaga. Ada yang berjaga dengan berkumpul di kampung, bahkan ada yang sampai tidur di kandang," ungkapnya.

Dia mengungkapkan selama melakukan penjagaan di malam hari, banyak kejadian mencurigakan pernah dialami. Beberapa kali warga memergoki aksi pelaku yang mengendap-endap di dekat kandang.

"Beberapa kali kami mengejar orang mencurigakan pada larut malam namun seperti bisa hilang. Mereka lolos karena lari ke arah tegalan yang mengarah ke hutan pinus. Warga berjaga mulai pukul 22.00 WIB sampai subuh," kata Yudi.

Secara geografis, Desa Ngreco dan Desa Sidomulyo merupakan desa ujung setelah Desa Ampelgading yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Malang. 

"Kami sudah mendengar kalau warga kompak berjaga setelah ada pencurian kambing. Memang, penduduk kami mayoritas memelihara kambing dan saat ini harganya membaik," kata Kades Sidomulyo, Sumaji.

Baca Juga: Peternak Ini Urung Jual Hewan Kurban karena 14 Ekor Kambingnya Dicuri
Punya Telinga Sepanjang 43 cm, Anak Kambing Ini Bisa Pecahkan Rekor Dunia

Pihak kepolisian memberikan perhatian atas maraknya pencurian ternak. Kapolsek Selorejo, AKP Eko Sujoko menegaskan akan mengerahkan anggotanya untuk berpatroli guna memperkuat penjagaan.

Sariagri - "Kami sudah memerintahkan petugas kalau malam hari agar melakukan patroli rutin ke desa-desa yang rawan pencurian itu," tandas Eko.

 

Video Terkait