Pakar dari Muhammadiyah: Optimalkan Kambing untuk Hewan Kurban

Ilustrasi kambing. (pixabay)

Editor: M Kautsar - Senin, 27 Juni 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Konsultan Ahli Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ali Agus, menyarakankan masyarakat untuk mengoptimalkan kambing dan domba sebagai hewan kurban.

Ia beralasan, bahwa wabah PMK terhadap domba relatif resisten ketimbang sapi. Selain itu, langkah ini untuk mengurangi resiko kekhawatiran shohibul kurban dan panitia kurban.

“Ini salah satu faktor, saya kiri ini bisa diorientasikan ke sana untuk mengurangi resiko, kegalauan atau kekhawatiran. Kalau sapi kita khawatir, tapi kalau domba kita mati satu bisa diganti (karena harga belinya tidak semahal sapi)” ucap Ali dikutip dari laman resmi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Senin (27/6/2022).

Ali mengatakan virus yang menyebabkan PMK ini bisa menular ke hewan melalui udara, air, tanah, termasuk bisa menempel pada manusia. Meski tidak berbahaya bagi manusia, akan tetapi penyebarannya sangat cepat pada hewan berkuku belah.

Oleh karena itu, Ali menyarankan kepada panitia dan sohibul kurban ketika mencari hewan untuk kurban tidak melakukan transaksi langsung dengan ternak. Sebab dikhawatirkan akan membahayakan ternak tersebut, jika berpindah-pindah dari satu ternak ke ternak yang lain.

Dia menyarankan agar transaksi jual-beli hewan kurban dilakukan secara online, memanfaatkan teknologi digital. “Jadi beli hewan kurban itu online, sapi di video, ditimbang, bobotnya sekian harganya sekian. Jadi orang tidak perlu ke kandang, orang bisa lewat itu,” ucapnya.

Selanjutnya, ketika melakukan penyembelihan panitia kurban harus siap sedia agar tidak ada carrier virus yang ikut. Dia menyarankan untuk melakukan penjagaan biosecurity atau gas desinfektannya pada tempat pemotongan hewan kurban.

“Virus ini bertahan sampai ada yang satu bulan di air, dan ada juga yang bertahan sampai tiga bulan di tanah,” kata dia.

Terkait masalah daging hewan ternak, Ali menyebut masih aman untuk dikonsumsi. Tapi dia menyarankan untuk tidak mengkonsumsi jeroan, hidung, dan kikil.  Sebab, meski virus PMK ini tidak zoonosis atau tidak menular dari hewan ternak ke manusia namun tetap harus mengedepankan kehati-hatian dalam mengolah dan mengkonsumsinya.

Video Terkait