Kementan Malaysia Pantau Pasokan Ayam di Tingkat Peternakan

Ilustrasi peternakan ayam. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Minggu, 26 Juni 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian dan Industri Makanan Malaysia akan memantau produksi ayam di tingkat peternakan guna memastikan tidak ada gangguan pasokan unggas yang dapat menyebabkan lonjakan harga.

Wakil Menteri I, Datuk Seri Ahmad Hamzah, mengatakan Kementerian Pertanian juga akan menindak tegas pihak-pihak yang seenaknya menaikkan harga ayam dan membebani konsumen.

Pemerintah mengambil keputusan untuk tidak menanggung subsidi (untuk peternak ayam) karena dari subsidi yang dihemat kita bisa memberikan bantuan kepada konsumen yang kurang mampu...harga ayam akan melayang mulai 1 Juli setelah subsidi ditarik dari peternak dan pedagang,” terangnya, seperti dikutip Bernama.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan bahwa Kementerian Pertanian telah membawa 200 kontainer ayam bulat utuh untuk memenuhi pasokan dan memastikan harganya tidak naik.

Selain itu, Kementerian Pertanian Malaysia juga telah melakukan beberapa pertemuan dan diskusi dengan para peternak untuk mencari cara terbaik dan situasi win-win” terkait harga ayam dan akan dilakukan dari waktu ke waktu.

Berdasarkan pemeriksaan dan pemantauan, Kementerian Pertanian melihat pasokan ayam stabil sejak minggu kedua Juni dan diperkirakan akan terus berlangsung karena produksi ayam meningkat.

Berdasarkan tingkat subsisten (SSL) ayam, pasokan saat ini telah melebihi permintaan yakni antara 104 hingga 105 persen, pasokan ayam mencapai 60 juta ton sementara permintaan 54 juta ton.

Seharusnya ayam kita surplus. Namun, karena beberapa situasi yang tidak terduga, terjadi kekurangan sebelumnya,kata Ahmad.

Baca Juga: Kementan Malaysia Pantau Pasokan Ayam di Tingkat Peternakan
Modernisasi Kandang Demi Hasil Ternak yang Baik

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, telah memerintahkan Kementerian Pertanian melalui Otoritas Organisasi Petani (LPP) untuk mengimplementasikan beberapa inisiatif untuk memastikan pasokan ayam yang cukup.

Kami telah mengalokasikan RM62,5 juta (sekitar Rp210 miliar) kepada Organisasi Tani Nasional (NAFAS) untuk menjaga stok ayam, tambah Ahmad.

Video Terkait