Pertama di Dunia, Selandia Baru Akan Kenakan Pajak pada Sendawa Ternak

Ilustrasi peternakan sapi. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Kamis, 23 Juni 2022 | 14:40 WIB

Sariagri - Pemerintah Selandia Baru telah meluncurkan rancangan peraturan untuk memungut pajak atas sapi dan domba yang bersendawa, dalam upaya untuk mengatasi meningkatnya emisi gas rumah kaca.

Jika peraturan ini disetujui parlemen, maka Selandia Baru akan menjadi negara pertama di dunia yang masuk ke dalam skema pengenaan pajak kepada petani atau peternak atas jumlah metana yang dihasilkan oleh ternak mereka.

Ternak menghasilkan banyak metana, dan meskipun tidak bertahan lama di atmosfer seperti CO2. Metana ternak memiliki efek rumah kaca yang lebih kuat. Jika dilepaskan ke atmosfer, metana adalah gas rumah kaca yang memerangkap panas dari matahari setidaknya 20 kali lebih hebat dibandingkan dengan karbon dioksida.

Profesor John Wallace dari University of Aberdeen, Inggris, menguraikan konteks betapa pentingnya mengendalikan tingkat gas ini. "Orang-orang menganggap karbon dioksida sebagai gas rumah kaca utama, tetapi metana juga cukup penting," ujarnya.

"Dari semua emisi gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, 16 persen di antaranya adalah metana, sementara sekitar sepertiganya berasal dari ternak ruminansia," imbuhnya.

Ada lima juta orang di Selandia Baru yang memiliki 10 juta sapi dan 26 juta domba. Di masa lalu, emisi pertanian tidak menjadi perhatian pemerintah, tetapi kini masalah emisi metana mendapat pengawasan ketat.

Rancangan peraturan baru tersebut akan membebankan biaya kepada petani atas emisi gas mereka mulai tahun 2025. Dalam skema itu, petani akan menerima insentif jika mereka dapat menunjukkan penurunan emisi dengan menggunakan aditif pakan. dan mereka dapat menggunakan kawasan kehutanan di pertanian untuk mengimbangi emisi.

Peternak sapi perah Andrew Hoggard, yang juga Presiden Nasional Federasi Petani Selandia Baru, mengatakan dia secara luas menyetujui rancangan peraturan tersebut.

"Kami telah bekerja dengan pemerintah dan organisasi lain selama bertahun-tahun untuk mendapatkan pendekatan yang tidak akan menutup pertanian di Selandia Baru, jadi kami telah menandatangani banyak hal yang kami setujui," ujarnya.

Namun ia mengingatkan masih banyak hal yang harus dibicarakan, termasuk siapa sebenarnya yang harus menerapkan skema tersebut.

Bulan lalu, Menteri Keuangan Selandia Baru mendedikasikan dana sebesar 2,9 miliar dolar Selandia Baru untuk inisiatif mengatasi perubahan iklim, yang akan didanai oleh sistem perdagangan emisi yang membebani para pencemar.

Baca Juga: Pertama di Dunia, Selandia Baru Akan Kenakan Pajak pada Sendawa Ternak
Kementan Ajak Peternak Partisipasi Aktif saat Vaksin PMK



Menurut kementerian lingkungan negara itu, uang yang diperoleh dari skema pajak sendawa ternak ini akan diinvestasikan dalam penelitian, pengembangan dan layanan konsultasi bagi para petani.

"Tidak diragukan lagi bahwa kita perlu mengurangi jumlah metana yang kita masukkan ke atmosfer, dan sistem penetapan harga emisi yang efektif untuk pertanian akan memainkan peran penting dalam bagaimana kita mencapainya," kata Menteri Perubahan Iklim James Shaw, seperti dikutip dari The Scottish Farmer.

Video Terkait