Rusa Timor di Wahana Wisata Ngawi Mati, Diduga Terpapar PMK

Rusa timor di wahana wisata Ngawi, Jawa Timur. (Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Kamis, 23 Juni 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Dua ekor rusa timor (Cervus timorensis) di lokasi penangkaran Wahana Wisata Monumen Soerjo Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ditemukan mati mendadak.

Pihak pengelola sempat khawatir kematian rusa ini akibat terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), lantaran didapati kondisi rusa mati dengan gejala klinis mirip PMK.
 
Muhammad Senja Pebruadi, petugas penangkaran rusa menjelaskan, 2 ekor rusa itu mati secara misterius pada 3 dan 8 Juni lalu. Kematian itu membuat rusa dalam penangkaran yang awalnya berjumlah 30 ekor, kini tersisa menjadi 28 ekor.
 
"Sebelum mati kedua rusa itu mengalami gejala klinis mirip PMK seperti munculnya lesi atau luka pada bagian mulut serta keluar cairan dari hidung dan mulut. Otopsi dokter hewan setempat menunjukkan hasil diduga terindikasi PMK," ujar Senja kepada Sariagri, Rabu (22/6/2022).

Dari hasil itu, lanjut Senja, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel lendir dan darah untuk memastikan penyebab kematian.

“Pemeriksaan intensif dilakukan Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates, Yogyakarta pada 14 juni kemarin dengan cara pengambilan sampel pada bagian lendir dan darah pada 6 ekor rusa yang ada di sekitar atau kontak erat dengan rusa yang mati.,” tuturnya.
 
Senja mengatakan hasil sementara pada bagian lendir diketahui negatif PMK. Namun, untuk hasil pemeriksaan darah hingga saat ini masih belum keluar.   
 
Sementara Administratur KPH Perhutani Ngawi, Tulus Budyadi mengatakan, puluhan rusa Wana Wisata Monumen Soerjo sejatinya hidup terisolasi dari hewan luar penangkaran.
 
"Namun potensi tertular PMK tetap terbuka melalui perantara manusia. Kami juga segera menyiapkan langkah mitigasi terhadap setiap pengunjung yang harus steril sebelum memberikan makan agar rusa benar-benar aman dari PMK, " ujarnya.
 
Diketahui, rusa di penangkaran Wana Wisata Monumen Soerjo telah ada sejak 1994. Awalnya hanya ada 4 ekor rusa yang didapat dari KPH Blitar dan kini terus berkembang hingga total sekarang menjadi 30 ekor rusa.

“Awalnya ada 4 ekor rusa, 1 jantan dan 3 betina. Kemudian berkembang menjadi 30 rusa, dengan 11 jantan dan 17 betina. Namun kemarin secara mengejutkan ditemukan 2 rusa sakit bergejala suspek PMK,” kata Tulus.

Baca Juga: Rusa Timor di Wahana Wisata Ngawi Mati, Diduga Terpapar PMK
Relawan di Banyuwangi Bergerak Bagikan Ezo Enzym Gratis ke Ternak PMK

Ia menambahkan keterangan rusa yang mati sebelumnya di pagi hari makan lahap seperti biasa, namun siangnya tiba-tiba lumpuh dengan kondisi kaki kaku. Selanjutnya dilakukan upaya karantina dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan.

“Beberapa hari kemudian kedua rusa itu mati. Kejadian kematian rusa secara misterius itu telah kami laporkan ke BKSDA V Madiun dan Dinas Peternakan Ngawi. Selanjutnya dilakukan otopsi. Kesimpulan sementara rusa mati akibat faktor usia sudah tua dan mengarah suspek PMK,” pungkasnya.

Video Terkait