Relawan di Banyuwangi Bergerak Bagikan Ezo Enzym Gratis ke Ternak PMK

Eco Enzim yang dibuat oleh relawan nusantara untuk membantu peternak. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 22 Juni 2022 | 19:35 WIB

Prihatin penularan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kian masif dan terus meluas, mendorong sekelompok relawan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membuat eco enzyme.

Formula eco enzym ini, dibuat dari bahan alami yang mudah ditemukan dilingkungan sekitar. Seperti limbah kulit buah-buahan dicampur dengan tetes tebu dan ditambahkan sedikit air. Selanjutnya campuran tersebut diendapkan selama kurang lebih 3 bulan.

Kordinator Relawan Nusantara, Desy Dharmawati, mengatakan dalam aksi sosial ini telah dibuat eco enzym sebanyak 250 liter dan dibagikan gratis kepada peternak sebagai obat dalam mengatasi sapi yang terpapar PMK.

“Kami sudah buat eco enzyme sendiri dengan cara mencampur kulit buah apa aja, bisa kulit jeruk, nanas asalkan limbah organik. Lalu dicampur dengan tetes tebu dan ditambahkan sedikit air, kemudian disimpan selama 3 bulan. Hasilnya sebanyak 250 liter, kami bagikan gratis hari ini ke peternak di 6 titik,” terang Desy Dharmawati kepada Sariagri, Rabu (22/6/2022).

Ia menambahkan 6 titik peternak tersebut tersebar di wilayah Desa Bomo Kecamatan Blimbingsari dan Desa Sumbernanas beserta Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro.

“Salah satunya eco enzym ini kami bagikan kepada para peternak yang ada di Dusun Kali Selogiri Desa Ketapang. Total keseluruhan di 6 titik ada sekitar 200 ekor sapi dari 80 kandang, seluruhnya terpapar PMK,” lanjutnya.  

Selain membagikan secara gratis, relawan juga mengajarkan cara pembuatan eco enzim kepada warga dan peternak .

Cara membuat eco enzim yaitu dengan mencampurkan tetes tebu 1 bagian, 3 bagian sampah organik berupa kulit buah dan 10 bagian air jernih. Campuran tersebut didiamkan selama 3 bulan di wadah plastik kedap udara. Jika pH sudah dibawah 4,0 berarti eco enzim sudah siap dipanen. Sebelum digunakan, disaring terlebih dahulu,” bebernya seraya mempraktekan dihadapan peternak.

Desy menerangkan eco enzim yang dibuat dari bahan alami ini diakui cukup ampuh dalam melawan virus PMK yang menyerang ternak sapi. Sebagai fungsi obat, eco enzim ini aman jika tertelan ternak.

Ia membeberkan cara pengaplikasian eco enzim pada hewan ternak yang terkena PMK, dalam 1 mili liter eco enzim dicampur air 400 mili liter kemudian dibalurkan mulut sapi dengan mengunakan kain.

“Cukup dengan mengoleskan eco enzim pada tubuh ternak yang sakit, seperti di bagian mulut dan kaki sapi yang luka bisa sembuh. Salah satu contoh, di Desa Bomo ada sekitar 34 sapi yang sakit PMK, kita olesi mulutnya hanya dalam semalam nafsu makan ternak langsung muncul,” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, pada bagian kaki sapi yang sakit atau luka, hanya dalam tempo 2 hingga 4 hari lukanya kering dan sapi tersebut sudah bisa berdiri.

Baca Juga: Relawan di Banyuwangi Bergerak Bagikan Ezo Enzym Gratis ke Ternak PMK
Khofifah Terus Pantau Pengobatan Ribuan Ternak yang Terinfeksi PMK

Tak hanya ampuh menyembuhkan sapi sakit PMK, eco enzim  ini juga bisa digunakan sebagai desinfektak cair untuk sterilisasi kandang maupun tubuh sapi yang belum terpapar PMK.

“Melalui gerakan inisiatif ini, diharapkan bisa menunjukkan hasil yang positif bagi ratusan ternak sapi lainnya di 2 kecamatan di Banyuwangi. Karena dari pengalaman sebelumnya, setelah diberi obat eco enzym, kondisi hewan ternak yang terjangkit wabah PMK sudah mulai membaik dan perlahan pulih total,” tandasnya.

Video Terkait