Ratusan Ayam Hias Adu Kontes, Juaranya Laku Ditawar Rp15 Juta

Ajang kontes ayam hias di Gedung Kesenian Aryo Kota Blitar, Jawa Timur. (Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Selasa, 21 Juni 2022 | 19:35 WIB

Sariagri - Lama vakum tidak ada kontes akibat pandemi Covid-19, akhirnya ajang adu ayam hias kembali digelar di Gedung Kesenian Aryo Kota Blitar, Jawa Timur.

Wali Kota Blitar Santoso, mengatakan kontes nasional ayam hias ini sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari. Setelah kasus pandemi Covid-19 mulai surut, gelaran ini bertepatan dengan perayaan Bulan Bung Karno.

"Awalnya, kontes ayam hias ini kita gelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Blitar pada Mei lalu. Karena masih pandemi, akhirnya pelaksanaanya kami undur bersamaan dengan perayaan Bulan Bung Karno Juni ini,” ungkap Santoso kepada Sariagri, Senin (20/6/2022).

Sementara itu, Ketua Panitia Kontes Nasional Ayam Hias Piala Wali Kota Blitar, Eko Heri Widayat, menjelaskan kontes ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi dan reuni para pecinta ayam hias di Indonesia.

"Hampir dua tahun selama terjadi pandemi Covid-19 tidak ada kegiatan kontes ayam hias. Sehingga begitu digelar seperti haus, pesertanya membludak. Ajang kali ini diikuti 280 peserta sebagian besar berasal dari Jawa, ada juga peserta Sumatera, Batam, Aceh, Medan hingga Makassar," tutur Eko.

Sedangkan ayam hias yang dilombakan seperti ayam onagadori, american silky, phoenix, dan brahma. Kegiatan ini, imbuh Eko juga untuk edukasi dan mengenalkan ayam hias kepada masyarakat dan nantinya sebagai lahan tambahan ekonomi. Dibandingkan acara serupa dua tahun lalu, event kali ini meningkat tiga kali lipat.

“Tahun 2019 lalu ayam hias yang ikut kontes 100 ekor, kali ini mencapai 300an ekor. Sedangkan kriteria penilaian ada sendiri-sendiri. Misalnya, ayam brahma dinilai dari keindahan bulu, bentuk kepala, dan performa. Selain bisa menjadi hiburan karena keindahannya juga bisa mendatangkan income bagi pemiliknya,” terang Eko.

Menariknya dalam kontes ini, ayam-ayam hias lebih dulu didandani sebelum naik adu kecantikan. Seperti yang dilakukan Sunarto, peserta asal Cilacap yang membawa belasan ayam hias koleksinya.

Ayam berbulu cokelat dengan jambul yang menggemaskan miliknya barusan dimandikan dengan sabun khusus, kemudian bulunya dikeringkan menggunakan hair dryer.

“Semua ayam hias ini ras impor, Seperti ini jenis polan saya impor dari Turki. Memang butuh treatment khusus kalau mau lomba. Ini di-hair dryer habis dimandiin, terus bulunya biar cepet kering dan mengembang dengan indah,” tutur Sunarto.

Selain ayam jenis polan, ia juga membawa jenis brahma yang diimpor dari India, silky dari Amerika dan Yokohama dari Jepang.

Baca Juga: Ratusan Ayam Hias Adu Kontes, Juaranya Laku Ditawar Rp15 Juta
Mengenal Ayam Leher Gundul, Benarkah karena Sakit?

"Onagadori itu yang ekornya panjang itu. Karena kategori penjurian itu keindahan bulu, warna bulu kinclong dan bentuk fisiknya sehat atau gagah. Karenanya disiapkan besi bertengger yang tinggi agar ekor ayam bisa terlihat indah menjuntai ke bawah,” kata dia.

Sunarto mengatakan memelihara ayam hias memiliki banyak keuntungan dibanding unggas lainnya.

"Pelihara ayam hias berpotensi mendatangkan cuan. Apalagi kalau menang kontes, harganya bisa melambung tinggi di sesi lelang. Favorit sekarang itu ayam jenis onagadori itu seharga Rp15 juta. Kalau american silky dan sultan itu dikisaran Rp5 juta hingga Rp7 juta," pungkasnya.

Video Terkait