Kementan Ajak Peternak Partisipasi Aktif saat Vaksin PMK

Dokter hewan Dinas Pertanian dan Perikanan menyiapkan dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi ternak di Kandang Komunal Gapoktan Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (18/6/2022). Vaksinasi tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah PMK sapi. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tanti Malasari - Senin, 20 Juni 2022 | 20:20 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para peternak untuk partisipasi aktif ketika pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) darurat. Ini bertujuan untuk mencegah penyebaran PMK di Indonesia.

"Kami berharap untuk mencapai keberhasilan program vaksinasi PMK dibutuhkan keterlibatan dan dukungan semua pihak. Dan mengajak para peternak berpartisipasi melalui penyiapan data informasi serta menyerahkannya ke Posko PMK dan Dinas Peternakan setempat," ujar Kuntoro Boga Andri dalam konferensi pers update perkembangan penanganan PMK di Indonesia, Senin (20/6/2022).

Kuntoro mengatakan terkait agenda vaksinasi Kementan dan pemerintah daerah sudah menyiapkan beberapa hal. "Pertama, memastikan penggunaan vaksin PMK darurat sesuai target lokasi, kualitas dan jumlah. Kedua, mengingat data populasi ternak sehat di lapangan sangat dinamis pemerintah terus memantau kasus dan lokasi ternak untuk memastikan vaksinasi tepat sasaran dan sesuai target," ucapnya.

Baca Juga: Kementan Ajak Peternak Partisipasi Aktif saat Vaksin PMK
PPI Jabar Percepat Program Strategis Selamatkan Peternak Rakyat dari PMK

Kementan juga meminta kepada para peternak untuk terus menjaga dan memelihara ternak yang sudah divaksin dengan baik, caranya dengan meningkatkan biosecurity kandang dan mengurangi intensitas kunjungan dari kandang ke kandang agar ternak terus terjaga kesehatannya.

Kuntoro memastikan pelaksanaan vaksinasi dan penandaan ternak juga sudah dilaporkan dan terekam dalam sistem informasi kesehatan hewan atau iSIKHNAS dan secara real-time ditampilkan pada portal siagapmk.id, sehingga hal ini memudahkan pemantauan vaksinasi, distribusi vaksin dan progres vaksinasi.

Video Terkait