Vaksin PMK Datang, Vaksinasi Nasional Dimulai di Jawa Timur

Vaksinasi hewan ternak di Jawa Timur untuk mencegah PMK. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 15 Juni 2022 | 19:50 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan secara resmi program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Jawa Timur sebagai daerah dengan kasus PMK yang tinggi mendapat giliran pertama.

Pada tahap awal, 800 ribu dosis vaksin PMK akan disuntikkan. Setelah itu, 2,2 juta dosis vaksin menyusul. Vaksinasi PMK perdana tersebut dipimpin langsung oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah.

”Melalui vaksinasi ini, kita harapkan dapat membantu mencegah penyebarluasan penyakit. Terutama di sentra peternakan sapi perah dan wilayah sumber bibit ternak,” tutur Nasrullah.

Ia menyatakan, vaksinasi PMK merupakan program nasional. Tujuannya, mencegah dan mengedalikan PMK yang sudah mewabah di Indonesia. Vaksinasi tahap pertama difokuskan pada hewan-hewan sehat di zona merah dan kuning.

Pertimbangannya adalah ketersediaan vaksin yang masih terbatas. Ternak yang sudah sembuh dari PMK diklaim memiliki kekebalan sehingga tidak masuk dalam prioritas vaksinasi.

Nasrullah menjelaskan, pada tahap pertama ini, pemerintah menyiapkan 800 ribu dosis vaksin PMK. Pada tahap kedua, 2,2 juta dosis akan didatangkan. Pada 12 Juni, 10 ribu dosis vaksin tiba di Indonesia.

Kementan mendistribusikannya ke koperasi unit desa (KUD) sapi perah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Kemudian, di empat unit pelaksana teknis pembibitan. Yaitu, di Baturaden, Cipelang, Lembang, dan Singosari.

Pada tahap kedua nanti, pemerintah mempertimbangkan prioritas komoditas, wilayah rentan PMK, dan tujuan pengembangan ternak. Juga mempertimbangkan vaksinator, manajemen rantai dingin vaksin, dan lainnya.

Setiap hewan ternak yang sudah divaksin akan diberi tanda khusus berupa QR code. Nanti bisa dilakukan pengecekan melalui aplikasi berbasis Android. Bagi Nasrullah, pendataan hewan ternak yang sudah divaksin ini sangat penting. Selain itu, riwayat vaksinasi akan ditulis di kartu vaksinasi. Kartu itu juga akan dilengkapi nomor identifikasi ternak.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan Nuryani Zainuddin menyatakan, stok obat-obatan untuk penanganan wabah PMK di Kementan saat ini menipis. ”Obat antipiretik dan antibiotik ada, tetapi tidak bisa meng-cover 18 provinsi,” katanya.

Dia menjelaskan, Kementan sedang melakukan pengadaan obat-obatan lagi. Anggarannya berasal dari hasil refocusing program di Ditjen PKH Kementan. Untuk disinfektan, pemerintah mendapatkan bantuan 900 kilogram dari FAO.

Baca Juga: Vaksin PMK Datang, Vaksinasi Nasional Dimulai di Jawa Timur
Wabah PMK Merebak Jelang Idul Adha, Ini Kata Pakar IPB

Berdasar data Kementan per 6 Juni, ternak yang terjangkit PMK mencapai 81.800 ekor di 163 kabupaten/kota di 18 provinsi. Sebanyak 28.528 hewan di antaranya sudah sembuh.

Kemudian, pemotongan bersyarat dilakukan pada 607 hewan dan 524 ekor hewan mati. Hewan ternak yang saat ini belum sembuh berjumlah 52.211 ekor.

Video Terkait