Produsen Besar Mulai Peduli dengan Pengurangan Emisi Metana

Ilustrasi - Peternakan sapi. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 14 Juni 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Sariagri - Perusahaan-perusahaan besar yang memanfaatkan susu sapi untuk produksi makanan/minumannya kini mulai memperhatikan cara budidaya ternak sapi perah yang benar agar tidak menghasilkan emisi metana yang merusak lingkungan. Dua diantara perusahaan besar itu adalah produsen es krim Ben & Jerry's dan produsen minuman berbasis kopi Starbuck.

Ben & Jerry, salah satu perusahaan es krim besar di AS, Mei lalu meluncurkan sebuah inisiatif yang dijuluki Project Mootopia, untuk mengatasi dampak lingkungan dari sapi perah mereka.

Mereka menerapkan tiga pendekatan termasuk menyalakan digester penghasil listrik yang menggunakan bahan 80 pon kotoran yang dihasilkan dari setiap sapi per hari, memberi makan ternak sapinya dengan tanaman yang mengandung lebih sedikit sintetis dan berkontribusi pada tanah yang sehat, dan memangkas emisi metana dari sapi mereka.

Ben & Jerry's bekerja sama dengan perusahaan Blue Ocean Barns yang memproduksi suplemen rumput laut, Brominata, yang terbuat dari rumput laut merah kering. Studi menunjukkan bahwa menambahkan hanya 3 ons rumput laut ke dalam makanan sapi dapat mengurangi emisi metana hingga 82%.

Bukan rahasia lagi bahwa peternakan sapi perah merupakan kontributor utama emisi gas rumah kaca pemanasan iklim global. Secara keseluruhan, sektor peternakan bertanggung jawab atas 14,5% dari semua emisi GRK; dan 40% dari semua emisi metana, gas rumah kaca yang 80x lebih kuat dari karbon dioksida, demikian dilansir oleh ecowatch.com.

Baca Juga: Lomtoro, Pakan Ternak Hijau Ramah Lingkungan yang Bikin Daging Lebih Lembut
Peternak Banyumas Ubah Kotoran Kambing Jadi Biogas

Bukan satu-satunya

Rumput laut bukan satu-satunya alternatif makanan yang telah diuji untuk mengurangi produksi metana pada sapi. Makanan suplemen lain seperti ekstrak bawang putih dan jeruk serta campuran teh hijau dan oregano juga telah terbukti berhasil.

Pakan aditif lain yang juga diklaim efektif adalah produk pakan Bovaer yang mengandung senyawa organik 3-NOP, yang mampu mengurangi metana hingga 30% dan dapat diberikan pada sapi, kambing, dan domba. Produk ini banyak dipasarkan di Brasil dan Chili.

Selain itu, ada pula pakan aditif Agolin, yakni campuran ekstrak tumbuhan, termasuk minyak biji ketumbar dan wortel liar yang diklaim mengurangi emisi enterik sekitar 11%. Pada tahun 2021 lalu, Starbucks, yang juga banyak menggunakan susu sapi dalam produk minumannya, mengumumkan bahwa mereka akan mendapatkan sumber susu dari sapi yang diberi makan agolin.

Produk keberlanjutan

Baca Juga: Produsen Besar Mulai Peduli dengan Pengurangan Emisi Metana
Pilihlah Pakan Ternak untuk Kurangi Produksi Gas Metan



Keterlibatan produsen besar dalam pengurangan emisi metana dari ternak sapinya ini juga merupakan akibat dari 'tekanan' konsumen yang menginginkan produk ramah lingkungan. Menurut sebuah studi tahun 2021, 60% konsumen menilai keberlanjutan sebagai kriteria penting saat membeli produk.

"Sebagian besar konsumen saat ini bersedia membayar untuk keberlanjutan," kata Shikha Jain, penulis studi tersebut.

Video Terkait