Duh! Kapal yang Angkut Ribuan Domba Tenggelam Akibat Kelebihan Muatan

Ilustrasi domba. (pixabay)

Editor: Dera - Senin, 13 Juni 2022 | 16:20 WIB

Sariagri - Sebuah kapal yang mengakut ribuan domba dilaporkan tenggelam di pelabuhan Suakin, Laut Merah Sudan, Minggu (12/6). Para pejabat mengatakan, meski tak ada korban jiwa, sebagian besar domba yang rencanya akan di kirim ke Arab Saudi itu tidak berhasil diselematkan dan nilai kerugian mencapai jutaan dollar.

Melansir Channel News Asia, kapal ternak itu tenggelam saat akan bertolak dari Sudan ke Arab Saudi, dan diduga kelebihan muatan.

"Kapal Badr 1, tenggelam pada dini hari Minggu pagi," kata seorang pejabat senior pelabuhan Sudan, yang berbicara tanpa menyebut nama. Itu membawa 15.800 domba, yang melampaui batas muatannya," jelasnya.

Pejabat itu mengatakan, kapal seharusnya hanya membawa 9.000 domba. Pejabat lain mengatakan bahwa semua kru diselamatkan, mengaku prihatinan atas dampak ekonomi dan lingkungan dari kecelakaan itu.

"Kapal yang tenggelam akan mempengaruhi operasional pelabuhan. Kemungkinan besar juga akan berdampak pada lingkungan karena banyaknya hewan yang dibawa oleh kapal tersebut mati," kata pejabat itu.

Omar al-Khalifa, kepala asosiasi eksportir nasional, mengatakan kapal membutuhkan waktu beberapa jam untuk tenggelam di dermaga.

"Nilai total ternak yang hilang sekitar 14 juta riyal Saudi, setara dengan empat juta dolar", kata Saleh Selim, kepala divisi peternakan asosiasi, yang membenarkan bahwa domba-domba itu dimuat ke kapal di pelabuhan Suakin. Dia mengatakan pemilik ternak hanya menemukan sekitar 700 domba.

"Tetapi mereka ditemukan sangat sakit dan kami tidak berharap mereka hidup lama," ujarnya.Selim menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Bulan lalu, kebakaran hebat terjadi di area kargo pelabuhan Suakin, yang berlangsung berjam-jam dan menyebabkan kerusakan parah. Tidak jelas apa yang menyebabkan kebakaran tersebut. Investigasi telah dilakukan untuk menentukan penyebab kebakaran, tetapi belum merilis temuannya.

Kota pelabuhan bersejarah Suakin tidak lagi menjadi pusat perdagangan luar negeri utama Sudan, peran yang telah diambil oleh Port Sudan, sekitar 60 km jauhnya di sepanjang pantai Laut Merah.

Ada langkah untuk membangun kembali pelabuhan Suakin, tetapi kesepakatan 2017 dengan Turki untuk memulihkan bangunan bersejarah dan memperluas dermaga ditangguhkan setelah penggulingan presiden lama Omar al-Bashir.

Baca Juga: Duh! Kapal yang Angkut Ribuan Domba Tenggelam Akibat Kelebihan Muatan
Domba yang Digembalakan di Ladang Panel Surya Hasilkan Wol Lebih Baik



Sudan tetap dicengkram oleh krisis ekonomi kronis, yang semakin dalam setelah kudeta militer tahun lalu yang dipimpin oleh panglima militer Abdel Fattah al-Burhan. Pengambilalihan militer memicu tindakan hukuman, termasuk pemotongan bantuan oleh pemerintah Barat, yang menuntut pemulihan pemerintahan transisi yang dipasang setelah Bashir digulingkan.

 

Video Terkait