Tak Miliki Dokumen, Sapi dari Bima Tertahan di Lombok

Sapi asal Bima tertahan di Lombok. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 10 Juni 2022 | 19:20 WIB

Sariagri - Sebuah truk bermuatan 26 ekor sapi harus ditahan Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram di Pelabuhan Lembar Lombok Barat, NTB karena tidak memiliki dokumen pengiriman, pada Jumat (10/6/2022) siang. 

Sapi yang berasal dari Kabupaten Bima ini akan dikirim para peternak ke Pelabuhan Banyuwangi untuk dipasarkan ke Ibu Kota Jakarta. Sayangnya, setelah melalui penyemprotan disinfektan, pememeriksaan dokumen dan pengecekan kesehatan kendaraan truk, peternak harus ditahan petugas. 

I Nengah Jaya Kusuma, Dokter Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram menjelaskan akibat tidak memiliki dokumen dari daerah asal, petugas tidak memberikan izin pengiriman ke luar daerah. 

"Seandainya dia sudah memiliki prosedur pengiriman dari daerah asal kita kasih, namun karena tidak ada maka kita tahan dulu," terangnya. 

Karena sudah terlanjur memasuki daerah terpapar di Pulau Lombok, maka ternak sapi yang hendak dikirim ke pelabuhan Banyuwangi itu tidak bisa dikembalikan ke kabupaten Bima. 

"Tidak bisa dikembalikan karena disini daerah terpapar, takutnya pas sampai sama nanti malah menular ke hewan ternak lain," jelasnya.

Sementara itu, Padlan seorang peternak yang membawa sapi tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa sapinya belum memiliki izin dari balai karantina Sumbawa, karena pengiriman ia serahkan sepenuhnya lewat ekspedisi. 

Baca Juga: Tak Miliki Dokumen, Sapi dari Bima Tertahan di Lombok
6 Mahasiswa UMKO Terpilih Jadi Duta Peternakan Lampung

"Tidak tahu itu ekspedisinya, kalau tidak ada dokumen dari sana, kita tidak faham juga ini, " kata Padlan. 

Di sisi lain, pengiriman ini merupakan kali pertamanya setelah terjangkit wabah PMK di daerah lain. Menurutnya, hasil penjualan sapi inSebelumnyai pun sangat diharapkan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. 

Pihaknya berharap petugas memberikan izin pengiriman, karena sudah terlanjur memasuki pulau Lombok, jika tidak begitu maka sapi yang ia muat harus ditahan balai karantina hingga dokumen perjalannya tersedia. 

"Kita maunya berangkat saja supaya dikasih solusi agar bisa sampai ke daerah tujuan Jakarta," harapnya.

Video Terkait