Pemkot Bogor Khawatir Rusa Istana Bogor Ikut Tertular PMK

Ilustrasi rusa. (Foto Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 9 Juni 2022 | 20:20 WIB

Sariagri - Merebaknya wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengaku tengah memperketat pengawasan terhadap hewan-hewan berkuku kaki belah yang ada di wilayahnya. 

Ini dilakukan imbas penemuan kasus positif 7 ekor sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak dinyatakan positif PMK.  Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan, sebenarnya ketika ke-7 ekor sapi ditetapkan suspek PMK.

Kini pihaknya sudah melakukan pencegahan penyebaran dengan melakukan penutupan terhadap RPH Bubulak, dan melakukan isolasi terhadap hewan-hewan yang ada di sana. Bahkan, penyekatan di enam titik terus dilakukan terhadap kendaraan angkutan hewan yang datang dari luar Kota Bogor. 

Akan tetapi, untuk memastikan PMK ini tidak menyebar di Kota Bogor, pihaknya sudah meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor untuk memonitoring dan memantau secara intensif titik-titik penjualan hewan kurban yang ada di wilayahnya. 

"Kita juga minta dinas untuk memperhatikan agar hewan kurban harus memiliki syarat kesehatan yang dianjurkan oleh Dinkes Kota Bogor," kata Dedie A Rachim.

"(Karena) tentu kita ingin hewan ini betul-betul hewan yang sehat, sehat buat manusia dan sehat untuk hewan lainnya," sambungnya. 

Selain itu, menurut Dedie A Rachim, pihaknya juga sudah meminta kepada dinas-dinas lain yang ada di lingkup Pemkot Bogor, untuk ikut mengeliminir permasalahan yang mungkin timbul dan mengakibatkan hewan-hewan lain terjangkit PMK. Sebab, penyebaran PMK ini bisa terjadi melalui udara atau air bone. 

"Kan kalau merebak di Kota Bogor akan berdampak ke hewan lain, termasuk Rusa di Istana Bogor, itu jadi bahaya. Dinas kita udah coba minta untuk mengeliminir," ujar orang nomor kedua di Kota Bogor.

Baca Juga: Pemkot Bogor Khawatir Rusa Istana Bogor Ikut Tertular PMK
Kisah Sahli, Meratapi Anak Sapi Berumur 3 Hari Mati Akibat Suspek PMK

Meski begitu, Dedie A Rachim mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dengan persoalan ini. Karena, meski terjangkit PMK, hewan tersebut masih bisa dikonsumsi dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. 

"Jadi kepada masyarakat Kota Bogor agar tidak perlu adanya ketakutan yang berlebihan. Jadi, hewan kurban yang istilahnya kalaupun terjangkit, menurut informasi tidak berbahaya bagi kesehatan manusia," pungkas Dedie A Rachim. 

Video Terkait