Pakar IPB Beberkan Prospek Industri Perunggasan Pascapandemi

Ilustrasi - Peternakan ayam. (Piqsels)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 9 Juni 2022 | 17:25 WIB

Sariagri - Industri perunggasan memiliki pasar menarik dan atraktif karena potensi konsumsi protein dan nilai transaksi pasar yang besar, baik era sebelum, pada saat maupun pascapandemi COVID-19 atau era kenormalan baru.

"Baru ada 60 persen kebutuhan daging ayam yang dapat disediakan dalam negeri, sisanya masih ada dari Brazil, AS dan Eropa," ujar Guru Besar Ilmu Ekonomi Pembangunan IPB University Prof Arief Darjanto saat tanya jawab dalam konpers orasi ilmiah melalui aplikasi zoom, Kamis (9/6/2022).

Prof Arif menerangkan kenyataan menunjukkan daya saing sektor perunggasan masih menghadapi berbagai tantangan di setiap tahapan rantai nilai.

Mencermati tren transformasi yang terjadi, kata dia, perlu upaya sistematis untuk meningkatkan daya saing sekaligus mempromosikan ketangguhan dan ketahanan (resiliensi) industri perunggasan di Indonesia.

Berdasarkan data BPS, kontribusi subsektor peternakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2020 mencapai 1,69 persen. Dari jumlah itu, 62 persen di antaranya berasal dari industri perunggasan dan hasil turunannya.

Nilai omzet industri perunggasan sekitar Rp700 triliun per tahun. Kontribusi lain adalah penyerapan tenaga kerja oleh industri perunggasan yang diperkirakan sekitar 10 juta pekerja.

Menurut dia, subsektor peternakan mempunyai peran sangat penting dalam perekonomian Indonesia baik dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penyedia kebutuhan protein hewani, penyerapan tenaga kerja dan dalam penyediaan bahan baku industri.

Industri ini menggunakan jagung antara 35-50 persen sebagai bahan inti pakan unggas, ditambah dengan bungkil kacang kedelai antara 20-25 persen, dedak antara 10-15 persen dan komponen bahan lainnya.

Ke depan, kata Komisaris BLST IPB itu, perunggasan juga memiliki peranan penting dalam pengolahan makanan, menambah nilai dan menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Pakar IPB Beberkan Prospek Industri Perunggasan Pascapandemi
Lemah dan Tak Berdaya Saing, Industri Unggas Nasional Perlu Perubahan



Industri perunggasan merupakan penyedia kebutuhan protein utama dengan porsi sekitar 70 persen yang dapat diproduksi menjadi protein dari kandang ke meja makan atau 'from farm to table' dengan proses tercepat dibandingkan dengan jenis daging lainnya.

"Sehingga daging ayam sebagai raja daging atau “king of meat” karena pada masa krisis pandemi, harga daging ayam tetap lebih murah dibandingkan dengan protein daging lainnya yang sangat penting pada saat ketidakpastian ekonomi beberapa tahun terakhir ini," pungkasnya.

Video Terkait