Selain Larang Ekspor Ayam, Malaysia Bakal Hentikan Subsidi untuk Peternak

Ilustrasi - Peternakan ayam. (Piqsels)

Editor: Dera - Kamis, 2 Juni 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan akan menghentikan pemberian subsidi kepada peternak ayam mulai Juli mendatang. Subsidi menurutnya akan diberikan secara langsung kepada masyarakat.

Di Malaysia harga apa saja bisa naik dan masyarakat tidak akan mengeluh, kecuali harga ayam. Jika harga dibiarkan mengambang, harga ayam saat ini bisa mencapai RM12 (US$2,74) per kilogram.

“Tetapi dalam upaya untuk memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani, pemerintah mensubsidi petani untuk menjaga harga pada RM8.90. Untuk ini, pemerintah menghabiskan RM720 juta,” katanya selama konvensi Barisan Nasional yang diadakan bersamaan dengan ulang tahun ke-48 koalisi.

Ismail Sabri mengatakan hanya sekitar 10 persen petani yang mengklaim subsidi. “Sebaliknya, berbagai isu mengemuka, jadi mulai 1 Juli kami tidak lagi memberikan subsidi kepada petani. Kami akan memberikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Berbicara kepada wartawan pada konferensi pers, Ismail Sabri menilai pemberian subsidi langsung kepada rakyat adalah “solusi terbaik”.

“Tidak hanya untuk ayam, tetapi juga makanan lain jika harganya naik. Uang itu akan digunakan untuk menampung selisih harga. Yang membedakannya adalah apa yang akan kita berikan kepada masyarakat,” ujarnya, seperti dilansir Channel News Asia.

Ismail Sabri mengatakan Kementerian Dalam Negeri dan Konsumen serta Kementerian Pertanian dan Industri Makanan (MAFI) akan memberikan rincian lebih lanjut.

Malaysia saat ini memberlakukan batas harga RM8,90 atau sekitar Rp29 ribu per kg untuk ayam standar. Ini akan berlaku hingga 5 Juni. Peternak dan pedagang ayam mengeluhkan margin keuntungan yang tipis, dengan alasan harga pakan yang mahal sebagai salah satu faktor kenaikan biaya operasional.

Baca Juga: Selain Larang Ekspor Ayam, Malaysia Bakal Hentikan Subsidi untuk Peternak
Seperti Indonesia, Malaysia Hentikan Ekspor Komoditas Ini



Pada 23 Mei, Ismail Sabri juga mengumumkan bahwa Malaysia akan menghentikan ekspor 3,6 juta ayam per bulan, sampai harga domestik dan produksi stabil. Menyusul pengumuman larangan ekspor tersebut, MAFI berjanji akan mempercepat dan menyederhanakan prosedur pembayaran subsidi langsung kepada peternak unggas.

Menurut Menteri Pertanian dan Industri Makanan Ronald Kiandee seperti dikutip oleh kantor berita nasional Bernama pada 31 Mei, dari RM729,43 juta subsidi untuk peternak ayam, hanya RM71 juta yang telah dibayarkan sejauh ini. Menurut Bernama pada 25 Mei, beberapa pedagang menjual ayam mereka di atas harga yang telah ditetapkan.

Video Terkait