Mengenal Ciri Ayam yang Terserang Kutu dan Cara Menanganinya

Peternakan ayam. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: M Kautsar - Selasa, 31 Mei 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Kita tahu binatang seperti anjing dan kucing rentan terserang kutu. Tidak hanya kedua binatang ini, ayam pun rentan terserang kutu.

Kutu pada ayam atau yang biasa disebut gurem merupakan parasit kategori ektoparasit. Gurem memiliki bahasa Latin Ornithonyssus bursa.

Melansir situs Kementerian Pertanian, kutu ayam ini biasanya akan mengganggu karena menghisap darah yang menimbulkan gatal-gatal pada unggas. Kutu ayam akan tinggal di tubuh ayam, melekat pada pangkal bulu dan kulit ayam.

Gurem biasanya akan bersembunyi pada tempat yang gelap di siang hari seperti lipatan kayu kandang dan bawah sarang. Mengenal ciri-ciri ayam yang terkena gurem biasanya akan terlihat gelisah.

Ayam biasanya merasa tidak tenang karena terganggu gigitan kutu dan gurem. Selain itu, gurem pada ayam juga mengganggu nafsu makan ayam yang diikuti dengan pertumbuhan dan produksi telur yang menurun.

Adapun berbagai jenis kutu ayam ini meliputi Cuclotogaster heterographa atau kutu kepala ayam, Lipeurus caponis atau kutu sayap ayam dan sebagainya dengan ukuran sekitar 1-6 mm. Selain itu terdapat kutu berbentuk bulat pipih berkaki tiga pasang. Dan ada juga jenis gurem sarang atau Cimex lectularius yang merupakan gurem paling umum dan sering ditemukan berukuran 2-5 mm panjang dan 1.5-3 mm lebar mempunyai kaki 3 pasang.

Biasanya untuk pencegahan gurem dilakukan dengan sanitasi kandang dan penyemprotan kandang dengan insektisida secara teratur. Tujuannya, untuk mengusir dan memusnahkan kutu dan gurem.

Baca Juga: Mengenal Ciri Ayam yang Terserang Kutu dan Cara Menanganinya
Ayam Jago Berkokok Terlalu Keras, Pemilik Dituntut Tetangganya

Selain itu, tidak mencampurkan ayam yang sakit akibat gurem dengan yang sehat. Pengobatan pada ayam bisa dilakukan dengan membersihkan bungkul-bungkul luka dan membubuhkan iodium.

Ayam yang sakit harus diberi pakan yang baik dan cukup gizi. Pengobatan harus dilakukan sampai sembuh dan ayam tidak boleh dicampur dengan yang sehat.

Ketika ayam sudah sembuh dan sehat, barulah campurkan dengan ayam yang sehat.

Video Terkait