Miris! Festival Makan 10 Ribu Anjing dan Kucing di Cina Dikecam

Ilustrasi Perdagangan Anjing. (Sariagri/Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 28 Mei 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Sebuah festival di Yulin, Guangxi, Cina menyajikan beragam santapan yang aneh dan tentu sangat tidak wajar bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Di mana dalam festival tersebut disajikan panganan dari daging kucing dan anjing.

Rupanya, festival ini sudah menjadi agenda rutin tahunan bagi masyarakat di sana, dan kerap mendapat kecaman oleh aktivis pecinta satwa. Festival Yulin biasa digelar pada 21 hingga 30 Juni, yang menghabiskan lebih dari 10.000 ekor anjing dan kucing.

Dalam tradisi Cina, rupanya memakan daging hewan peliharaan selama musim panas dipercaya akan membawa keberuntungan dan kesehatan bagi sang pemilik. Sebagian orang juga percaya, bahwa mengonsumsi daging anjing dapat menangkal penyakit dan meningkatkan vitalitas pria.

Festival Yulin telah menarik perhatian masyarakat dunia, bukan hanya karena mereka memakan daging kucing dan anjing saja, melainkan para aktivis menemukan pula bahwa hewan tersebut disembelih secara tidak baik.

Hewan-hewan itu dibunuh dengan menggunakan tongkat kayu di bagian kepala dan disaksikan di depan umum. Selain itu, kebersihan festival juga tidak sesuai dengan peraturan di Cina.

Baca Juga: Miris! Festival Makan 10 Ribu Anjing dan Kucing di Cina Dikecam
Yuk Vaksin Hewan Peliharaanmu, Sudin KPKP Beri Vaksinasi Rabies Gratis 2022

Dilansir berbagai akun di Instagram, terlihat bahwa anjing yang dibawa ke Festival Yulin dalam kondisi miris dan ditemukan pula ada beberapa hewan mengenakan kalung yang artinya itu adalah hewan peliharaan.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa perdagangan anjing dapat menyebarluaskan dan meningkatkan risiko kolera. Tentunya festival semacam ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Video Terkait