Jelang idul Adha, Pemda NTB Jamin Stok dan Kesehatan Hewan Kurban

Peternakan di NTB. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 27 Mei 2022 | 18:25 WIB

Sariagri - Sariagri - Jelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjamin pasokan hewan kurban seperti Sapi dan Kambing terpenuhi untuk kebutuhan masyarakat di dalam daerah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) NTB drh. Khairul Akbar mengatakan, stok hewan kurban di daerah masih aman untuk satu tahun kedepan. Hal itu disampaikan setelah adanya laporan pendataan ulang hewan kurban dari kalangan peternak di semua kabupaten kota di NTB.

"Kalau stok sapi kita masih aman, apalagi sekarang kita masih menyetop pengiriman ke luar daerah untuk kebutuhan nasional," kata Khairul Akbar.

Dikatakan Khairul, jumlah stok hewan ternak yang sudah layak dikurban di NTB saat ini mencapai 44 ribu ekor mulai dari sapi dan kambing yang berasal dari peternak lokal. "Ternak kita saat ini masih bisa tercukupi, apalagi untuk kurban," ujarnya

Sebagai upaya mengantisipasi kesehatan hewan yang akan dijual untuk kebutuhan kurban, pemda memastikan seluruh hewan kurban melewati balai karantina untuk dilakukan pemeriksaan. Jika dianggap tidak layak dipasarkan, hewan kurban tidak diperbolehkan untuk dijual dipasaran.

Pihaknya menegaskan, peternak yang akan menjual hewan kurban mereka wajib memiliki sertifikat kesehatan, sebagai tanda hewan ternak mereka sudah melewati pemeriksaan kesehatan dari petugas, jika tidak, pemda mengancam akan menarik ternak mereka.

Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada warga yang berkurban, mengingat, wabah PMK masih marak terjadi disejumlah wilayah.

"Segala hal yang berkaitan dengan kesehatan hewan kurban kita koordinasi dengan balai karantina kesehatan hewan," ujarnya.

Pihaknya meminta warga agar lebih selektif dalam memilih hewan ternak yang akan dikurban, mulai dari kesehatan, kebersihan, kecukupan umur hewan, hingga memastikan tubuh hewan kurban tidak mengalami cacat atau sakit.

"Kami menghimbau warga lebih teliti lagi untuk membeli hewan kurban agar bisa memenuhi syarat berkurban," pintanya.

Sementara untuk menjaga stok hewan ternak yang akan dikurban dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku, pemda NTB masih memberlakukan penutupan pasar hewan dan menyetop pengiriman hewan ternak ke luar daerah.

Baca Juga: Jelang idul Adha, Pemda NTB Jamin Stok dan Kesehatan Hewan Kurban
Meski Wabah PMK, Daerah Ini Izinkan Pedagang Beli Ternak dari Luar



Pemda juga gencar melakulan pemantauan sekaligus pencegahan ke para peternak di daerah, dengan menyalurkan obat-obatan, dan penyemprotan disinfektan untuk menjaga kebersihan kandang.

"Masih berlaku, jadi pengiriman hewan ternak masih belum kita buka hanya dipasarkan di lokal saja," pungkasnya. (Sariagri/yongki)

Video Terkait