Ternyata Ini Alasan Semut Berhenti saat Berpapasan dengan Kawanannya

Ilustrasi semut api. (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Putri - Rabu, 25 Mei 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Melihat semut berhenti sejenak seakan sedang bersalaman dengan kawanannya saat berpapasan merupakan hal yang biasa. Namun, pernahkah terpikir mengapa semut melakukan itu?

Sebenarnya perilaku semut yang biasa kita lihat ini bukan sedang bersalaman. Mengutip dari Science Alert, perilaku ini melainkan saling memberikan ciuman. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan koloni mereka tetap bekerja dengan baik. Penemuan ini berdasarkan hasil dari studi yang dipublikasikan di eLife.

Pada saat berpapasan semut akan bertukar ludah atau protein. Protein tersebut bertindak sebagai penanda bagi semut agar mereka dikenali. Mereka memberitahu semut lain tentang koloni asalnya, kasta (pekerja, tentara, ratu) dan sebagainya.

"Setiap individu semut memiliki dua perut, satu untuk mencerna makanan sendiri dan satu lagi yang ada lebih dulu, 'perut sosial' untuk menyimpan cairan yang mereka bagi dengan semut lain di koloni mereka," jelas ahli biologi evolusi Adria LeBoeuf dari University of Fribourg, Swiss.

"Pertukaran cairan ini memungkinkan semut untuk berbagi makanan dan protein penting lainnya yang dihasilkan oleh semut itu sendiri," lanjutnya.

Ketika dianalisis semua protein yang ada di perut sosial semut, ditemukan air liur yang dipenuhi dengan biomarker yang berbeda dan tergantung pada kondisi koloni. Misalnya pada koloni yang lebih muda, mereka akan mengeluarkan air liur lebih sering dan diisi dengan protein yang terlibat dalam pemrosesan gula secara cepat.

Sementara koloni yang lebih tua mengedarkan protein yang diperlukan untuk pertumbuhan dan metamorfosis anak-anak mereka sekaligus guna mendapatkan hidup lebih lama.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Semut Berhenti saat Berpapasan dengan Kawanannya
Kenapa Semut Suka Mengerubungi Makanan?

Dari hasil temuan ini menunjukkan bahwa perilaku semut pada koloninya berguna untuk memahami bagaimana hewan mungkin mengembangkan pembagian tugas kerja.

Sayangnya, para peneliti masih belum mengetahui bagaimana setiap protein yang dibagikan pada akhirnya berdampak pada koloni dan semut secara individu.

Video Terkait