Takut Kena PMK, Peternak Panik, Lelang Sapi dengan Harga Murah

Andri, peternak di Desa Karang Bongkot, Lombok Barat, NTB. (Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Selasa, 24 Mei 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Sariagri - Puluhan Peternak sapi di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluhkan adanya gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi mereka. Indikasinya, sapi tersebut mengeluarkan air liur dengan kondisi kuku yang terluka.

Kondisi yang terjadi sejak sepekan terakhir ini membuat para peternak kgawatir, karena penyebaran virus yang semakin meluas ke peternak lain, belum lagi mereka mengaku belum mendapatkan penanganan dari pemda setempat.

Andri ketua kelompok ternak di Dusun Karang Bongkot mengaku, puluhan sapi di wilayahnya terpapar PMK, namun hingga kini belum mendapatkan bantuan obat. Akibatnya para peternak harus merogoh kocek untuk membeli obat dari dokter hewan setempat.

"Para peternak saat ini hanya mengandalkan dokter hewan dengan biaya pengobatan yang cukup mahal dari Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per sekali pengobatan," kata Andri kepada Sariagri, Selasa (24/5/2022).

Sebagian peternak yang tidak mampu mengeluarkan biaya pengobatan diakui Andri memilih menjual sapi mereka dengan harga murah dari yang seharusnya dijual Rp 5 juta per ekor menjadi Rp9 juta per ekornya.

"Peternak di sini panik karena takut sapinya mati, makanya dijual murah ke para jagal," lanjutnya.

Disisi lain kata Andri, belum adanya upaya dari pemerintah setempat untuk memberikan sosialisasi, sekaligus melakukan pencegahan menjadi salah satu faktor masifnya penyebaran PMK di kampungnya. Belum lagi, para peternak diakuinya masih awam tentang wabah PMK.

"Ini mungkin yang menyebabkan peternak kurang paham soal PMK," imbuhnya.

Kepala Desa Karang Bongkot, Saimi mengaku sudah mengusulkan peternak diwilayahnya untuk mendapatkan bantuan obat dan disinfektan, akan tetapi karena belum adanya stok obat di daerah, pengobatan sapi PMK tertunda.

"Kami atas inisiatif sendiri di desa berkoordinasi dengan dinas Pertanian Lombok barat untuk meminta penanganan, tapi katanya belum ada stok dan harus menunggu kiriman dari Bali," ujar Saimi.

Baca Juga: Takut Kena PMK, Peternak Panik, Lelang Sapi dengan Harga Murah
Mentan: PMK Menyebar di 15 Provinsi, Sebanyak 13 Ribu Ternak Positif PMK



Pihaknya berharap Pemkab Lombok Barat segera turun melakukan penanggulangan wabah PMK di desanya agar penyakit ini tidak menyebar ke semua peternak.

"Kami berharap pada pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Lombok Barat untuk segera turun memberikan sosialisasi dan bantuan," pungkasnya. 

Video Terkait