Fakta Unik, Bulu Ayam Bisa untuk Pakan Ternak Lho!

Ilustrasi bulu ayam. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 23 Mei 2022 | 21:30 WIB

Sariagri - Bulu ayam dari pemotongan biasanya akan dimanfaatkan untuk bahan membuat kemoceng, pengisi jok, pupuk tanaman dan kerajinan tangan lainnya. Namun, bulu ayam ternyata bisa dibuat menjadi tepung.

Melansir Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, pesatnya perkembangan industri perunggasan di Indonesia menghasilkan banyak limbah, salah satunya yaitu bulu ayam. Kandungan protein yang tinggi pada bulu ayam dapat dijadikan sebagai pakan ternak.

Kendala utama penggunaan tepung bulu ayam dalam ransum untuk ternak adalah rendahnya daya cerna protein bulu yang disebabkan sebagian besar kandungan protein kasar berbentuk keratin. Selain itu, peternak juga masih awam terhadap tepung bulu ayam dan tidak tahu aplikasi pemberian takaran tepung bulu ayam yang tepat pada ruminansia.

Menurut Packham (1982) bahwa dari hasil pemotongan setiap ekor ternak unggas akan diperoleh bulu sebanyak ± 6% dari bobot hidup (bobot potong ± 1,5 kg). Sebelum bulu ayam diberikan ke ternak, diolah terlebih dahulu menjadi tepung. Pemrosesan hidrolisis bulu ayam pada prinsipnya untuk melemahkan atau memutuskan ikatan dalam keratin. Berbagai metode pemrosesan telah diteliti untuk meningkatkan kecernaan bulu ayam.

Kandungan asam amino bulu ayam dari hasil penelitian menunjukkan angka-angka yang merangsang dalam penyusunan ransum bagi ternak seperti sapi, domba dan kambing.

Tepung bulu ini mempunyai energi metabolis (M.E) sebesar 2.354 kalori/ kg dan asam amino tersedia sebesar 95 %. Jadi 35 % asam amino yang terdapat dalam tepung bulu tidak tersedia untuk unggas dan terbuang keluar lagi. Inilah sebabnya tepung bulu tidak bisa terlalu banyak dimasukkan dalam formula ransum.

Tepung bulu mempuyai faktor penghambat seperti kandungan keratin yang digolongkan kepada protein serat. Kandungan protein kasar yang tinggi dalam tepung bulu ayam tersebut tidak diikuti oleh nilai biologis yang tinggi. Hal ini menyebabkan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik pada tepung bulu ayam rendah.

Sementara itu, ternak ruminansia seperti sapi, kambing dan domba memerlukan nutrisi untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan, reproduksi, laktasi gerak dan kerja. Jadi, pemberian protein dan nutrisi lainnya juga hendaknya diperhitungkan sesuai kebutuhan hewan tersebut.

Penambahan tepung bulu ayam pada sapi, kambing dan domba bertujuan untuk meningkatkan nilai pakan dan menambah energi. Tingginya pemberian pakan berenergi menyebabkan peningkatan konsumsi dan daya cerna sumber pakan rumput atau hijauan yang rendah kualitasnya.

Pemberian konsentrat tertentu juga menghasilkan asam amino essensial yang dibutuhkan tubuh. Penambahan tepung bulu ayam juga bertujuan agar zat makanan dapat langsung diserap di usus tanpa terfermentasi dalam tubuh.

Baca Juga: Fakta Unik, Bulu Ayam Bisa untuk Pakan Ternak Lho!
4 Cara Pembuatan Tepung Bulu Ayam, Wajib Diketahui Para Peternak

Penggunakan tepung bulu ayam sebagai pengganti sumber protein pakan konvensional (bungkil kedelai) hingga 40% dari total protein ransum memberikan respon biologis yang baik. Penggunaan tepung bulu tersebut dapat pula meningkatkan konsumsi bahan kering. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ransum dengan tepung bulu unggas mempunyai kemampuan untuk merasa, mencicipi, mengecap makanan yang tinggi.

Keunggulan penggunaan tepung bulu ayam untuk ternak ruminansia adalah tepung mengandung protein yang tahan terhadap perombakan oleh mikroorganisme rumen (rumen undegradable protein / RUP), tetapi mampu diurai secara enzimatis pada saluran pencernaan pasca rumen.

Video Terkait