Cegah PMK, Kementan Distribusikan Bantuan Obat dan APD untuk Peternak

Hewan ternak di Lombok. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 20 Mei 2022 | 19:40 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian (Kementan) RI mendistribusikan obat-obatan berupa vitamin, antibiotik, antipiretik, disinfektan dan alat pelindung diri (APD) untuk peternak di sejumlah wilayah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai upaya mengendalikan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

“Kami dengan jajaran, baik tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten hadir hari ini untuk melihat secara lansung kondisi PMK di NTB dan sekaligus hari ini kami menyaksikan beberapa sapi yang diduga terjangkit PMK," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah di Desa Kebun ayu, Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, Jumat (20/5/2022).

Nasrullah mejelaskan, pihaknya hadir di tengah masyarakat yang menjadi peternak untuk memberikan ketenangan agar tidak panik dengan wabah PMK. Ia menegaskan wabah PMK sangat bisa disembuhkan berdasarkan penelitian dan fakta di lapangan.

Untuk itu, para peternak diminta agar tidak khawatir dengan munculnya wabah ini, apalagi harus melelang sapi mereka dengan harga murah karena takut akan terjadi kematian pada sapi.

"Sempat dijelaskan tadi ada peternak yang panik sampai menjual sapi mereka dengan harga murah. Kami disini menegaskan bahwa insyaallah PMK ini bisa kita sembuhkan dan ini terbukti dan kematiannya juga sangat rendah," ujarnya.

Disela menyerahkan bantuan obat dan APD untuk peternak, Nasrullah menyebutkan pihaknya telah melakukan pengiriman logistik untuk Kabupaten Lombok tengah dan Lombok Timur ke sejumlah peternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku termasuk Kabupaten Lombok Barat.

“Dengan treatment obat, antibotik, alat penyemprotan dan hari ini kami serahkan kepada pemerintah dan peternak insyaallah kita bisa atasi wabah ini," ujar Nasrullah.

Nasrullah menyampaikan bahwa pengendalian penyebaran PMK harus dilakukan agar segera ditangani. Pihaknya mengaku telah melakukan tiga agenda diantaranya agenda darurat, agenda temporary sementara dan agenda permanent recovery.

"InsyaAllah PMK akan kita selesaikan dengan baik melalui antisipasi dan pengobatan," jelasnya.

Sementara itu kepala dinas Pertanian Kabupaten Lombok barat Lalu Winengan mengatakan ucapan terimakasihnya kepada kementrian pertanian yang sigap melakukan pengawasan, pencegahan dan pengobatan kepada daerah yang terinfeksi virus PMK.

"Dengan datangnya pak dirjen ini membantu kami melalaui penyampaian motivasi, pemberian obat obatan. Insyaallah lombok barat sembuh dari PMK," ucapnya.

Baca Juga: Cegah PMK, Kementan Distribusikan Bantuan Obat dan APD untuk Peternak
Wabah PMK di Lombok Melonjak, Ada 600 Ekor Sapi



Pihaknya melaporkan sementara ini Lombok barat menemukan sebanyak 49 ekor sapi yang terinfeksi virus PMK, dengan ciri-ciri penyakit yang sama berupa keluar air liur pada mulut, dan penyakit kuku, hingga kurangnya napsu makan pada sapi.

"Kemarin kita temukan 49 sapi yang terinfeksi namun yang sembuh 33 ekor sapi hingga hari ini penyembuhan meningkat menjadi 45 ekor," terang Winengan. 

Video Terkait