Pertanyakan Masuknya PMK, DPR: Karena Teledor dan Tak Waspada?

Sapi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Antara/Akhyar)

Editor: M Kautsar - Jumat, 20 Mei 2022 | 18:10 WIB

Sariagri - Anggota DPR RI Ahmad Muzani mempertanyakan kemunculan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia. Menurutnya, wabah yang lazim menyerang hewan ternak ini sebenarnya bukan hal baru.

PMK pernah menjangkit ribuan hewan ternak yang ada di Indonesia, khususnya pada era 1960-an dan 1980-an. Oleh karena itu, Muzani meminta pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terkait masalah PMK ini.

"Penyakit mulut dan kuku ini sudah pernah terjadi di Indonesia dan kita telah berhasil menangani persoalan wabah PMK ini. Mestinya kita sudah paham bagaimana penanganannya, pemeliharaannya, termasuk soal vaksin," kata Muzani, Jumat (20/5/2022).

Muzani mengatakan, para peternak sapi saat ini sedang dalam keresahan karena ancaman wabah PMK ini. Sebab, wabah ini datang di saat masyarakat hendak merayakan Idul Adha.

"Kemunculan penyakit ini juga perlu ditelusuri agar kita bisa tahu apakah ini karena keteledoran dan ketidakwaspadaan kita karena tidak selektif mendatangkan hewan ternak sapi dari luar negeri. Sehingga hewan itu menjangkit ternak kita di dalam negeri, atau ada kemungkinan faktor-faktor lainnya," ujar dia.

Muzani berharap pemerintah segera memastikan jalan keluar wabah ini karena akan berpengaruh terhadap harga jual sapi menjelang Idul Adha. Dia mengkhawatirkan konsumsi daging sapi, serta penurunan ekspor daging dan produk-produk turunannya seperti susu, abon, dan frozen food lainnya tak mendapat tempat di negara lain.

"Karena ada kemungkinan produk kita di-banned negara lain akibat persoalan wabah PMK ini," kata dia.

Menurut Anggota Komisi II DPR RI ini, pemerintah harus segera mencari solusi dari persoalan ini. Momen iduladha adalah sumber pendapatan utama daripada peternak sapi. Jangan sampai, tegasnya, wabah ini mengakibatkan pendapatan mereka berkurang atau justru merugi. Beberapa solusi yang perlu dilakukan pemerintah misalnya dengan menyalurkan vaksin kepada para petani di berbagai daerah, hingga kemungkinan adanya bantuan kepada para peternak sapi.

"Tentu dari wabah PMK ini yang paling dirugikan adalah peternak petani sapi. Banyak dari hewan ternak mereka yang mati akibat wabah PMK ini. Untuk itu Partai Gerindra usul agar pemerintah memberikan bantuan agar mereka yang mengalami kerugian tidak terlalu terbebani. Kemudian penyaluran vaksin juga harus disegerakan dan masif, agar upaya pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19 ini tidak terganggu," ucap dia. 

Baca Juga: Pertanyakan Masuknya PMK, DPR: Karena Teledor dan Tak Waspada?
Mengkhawatirkan! Polri Turun Tangan Cegah dan Awasi Penyakit Mulut dan Kuku

Sebelumnya, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Nanang Purus Subendro membeberkan wabah tersebut telah menyebar di 13 provinsi di Indonesia.

"Ini memang sebuah malapetaka yang luar biasa bagi peternak sapi Indonesia. Proses penyebarannya begitu dahsyat, begitu cepat, baru dari akhir April sampai awal Mei. Sampai sekarang tanggal 16 dari 2 provinsi sekarang sudah 13 provinsi. Ini sebuah malapetaka di dunia peternakan yang luar biasa," ujar Nanang.

Video Terkait