Jenis-jenis Kambing yang Biasa di Konsumsi Masyarakat Indonesia, Apa Saja?

Ilustrasi kambing. (pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Kamis, 19 Mei 2022 | 19:50 WIB

Sariagri - Kambing merupakan salah satu hewan ternak yang banyak dipelihara. Selain diambil susunya, pemanfaatan hewan ini banyak diambil dagingnya untuk dikonsumsi. Biasanya hewan ini diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti sate kambing, tongseng kambing.

Tidak perlu beli di tempat makan, kamu juga bisa kok membuatnya sendiri di rumah. Kamu tinggal mencari resep bumbu sate kambing atau resep tongseng kambing. Lantas sebenarnya ada berapa jenis kambing yang biasanya dikonsumsi? Berikut ulasan lengkapnya.

Jenis-jenis kambing

Hewan ternak ini punya nama ilmiah Capra aegagrus hircus. Di Indonesia setidaknya terdapat 5 jenis yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Kelima jenis itu adalah sebagai berikut:

1. Kacang

Jenis ini adalah tipe pedaging yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Hewan ini memiliki adaptasi tinggi terhadap lingkungannya. Ukuran tubuhnya relatif kecil dengan kepala yang ringan.

Selain itu, bulunya lurus dan pendek. Ia memiliki telinga yang tegak dan dua tanduk pendek.

2. Peranakan

Jenis hewan ini mampu menghasilkan susu dan daging yang bisa dikonsumsi oleh manusia. Mereka merupakan perkawinan antara jenis Etawa dari India dan jenis kacang asli Indonesia.

Ciri-ciri fisik dari peranakan Etawa mirip dengan indukan Etawa. Fisiknya memiliki tubuh yang besar, telinga panjang dan menggantung, serta muka yang cembung.

3. Jawarandu

Jenis merupakan perkawinan antara peranakan Etawa dengan jenis kacang. Hasilnya, secara fisik lebih mirip dengan jenis yang kacang, namun mampu menghasilkan susu yang lebih banyak. Produksi susunya mencapai 1,5 liter per hari.

4. Marica

Jenis ini adalah asli Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan. Ia merupakan hewan yang memiliki tipe pedaging. Sayangnya, jenis ini termasuk ke dalam hewan langka dan hampir punah.

5. Samosir

Penamaan hewan ini sesuai dengan letak tumbuh kembanganya, yakni berada di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Biasanya hewan ini banyak digunakan untuk upacara adat setempat.

Yang membedakan jenis ini dan jenis kacang adalah bulunya yang dominan berwarna putih.

6. Gembrong

Jenis yang satu ini hidup di Pulau Bali bagian timur. Sekilas, kamu akan mengira hewan ini merupakan anjing berbulu panjang, lebat, dan mengkilap di seluruh tubuhnya.

Jenis gembrong ini menjadi persilangan antara jenis Kashmir dan Turki. Namun sayangnya, hewan asal Bali ini sudah hampir punah.

7. Kosta

Untuk jenis yang ini kamu bisa banyak menemukannya di wilayah Jakarta dan Banten. Ia merupakan hewan pedaging. Banyak yang mengira bahwa jenis ini adalah jenis kacang karena fisiknya yang sangat mirip.

Namun, sebenarnya jika diperhatikan secara seksama, terdapat perbedaan yang signifikan, yaitu memiliki pola garis sejajar pada bagian kanan dan kiri wajahnya.

Selain itu, terdapat bulu rewos pada kaki belakangnya yang mirip dengan bulu rewos pada peranakan Etawa.

8. Boer

Sebenarnya jenis ini aslinya berasal dari Afrika Selatan dan telah menjadi ternak yang ter-registrasi selama lebih dari 65 tahun. Kata "Boer" artinya petani. Boer merupakan jenis pedaging yang sesungguhnya karena pertumbuhannya sangat cepat.

Baca Juga: Jenis-jenis Kambing yang Biasa di Konsumsi Masyarakat Indonesia, Apa Saja?
Cara Mudah Usaha Ternak Kambing Boer bagi Pemula

9. Boerka

Jenis ini adalah persilangan antara Boer jantan dengan kacang betina. Ternak hasil persilangan kedua jenis ini disebut dengan Boerka yakni singkatan dari kata Boer dan Kacang.

Hasil persilangan ini mulai berkembang dan banyak jumlahnya di Propinsi Lampung, walaupun upaya persilangan antara Boer dengan lokal telah dilakukan di beberapa propinsi lainnya seperti Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Video Terkait