Peternak Lombok Tengah Diminta Tidak Panik dengan Wabah PMK

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah. (Antara/Akhyar)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 19 Mei 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta para peternak di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tidak panik dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi.

"Wabah PMK ini bisa disembuhkan, jadi warga jangan panik," ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan RI Nasrullah, saat meninjau lokasi ternak sapi yang terkena wabah PMK di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Kamis (19/5/2022).

Menurut dia, dari jumlah kasus 63 ekor di Desa Kelebuh dapat disembuhkan 60 ekor sehingga warga tidak perlu panik. Selain itu, dari ratusan ekor sapi terinfeksi PMK di wilayah Lombok atau Nusa Tenggara Barat tidak ada yang ditemukan mati terkena PMK.

"Tidak ada hewan yang mati akibat penyakit itu, dari ratusan hewan di NTB yang suspek PMK," katanya.

Setiap hari jajaran Kementan turun ke lapangan untuk mengecek kandang yang diduga terdapat kasus PMK, baik di Pulau Jawa maupun Lombok.

"Kami langsung turun lapangan, mengecek serta memberikan obat-obatan," katanya.

Dalam mengantisipasi penyebaran virus PMK, pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah membuat posko crisis center, baik di kabupaten maupun provinsi, sehingga ketika ada laporan ternak sapi warga yang tiba-tiba sakit, bisa dengan lebih cepat ditangani.

"Ini salah satu upaya kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mencegah penyebaran PMK tersebut," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Lombok Tengah mencatat ratusan ekor ternak sapi terinfeksi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)  mulai sembuh setelah diobati dan disemprot disinfektan.

"Allhamdulilah sebanyak 168 ekor ternak sapi telah sembuh," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Taufikurahman.

Baca Juga: Peternak Lombok Tengah Diminta Tidak Panik dengan Wabah PMK
Mentan Optimistis PMK Dapat Cepat Diatasi dengan Tiga Strategi



Penyebaran wabah PMK mulai meluas, dari awalnya empat dusun di wilayah Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah, menjadi delapan dusun. Sementara di Kecamatan Jonggat, yang awalnya di Desa Puyung dan Barejulat meluas ke Desa Sukarara dan Desa Nyerot.

"Total ternak sapi yang terkena wabah PMK, karena mengalami gejala yang sama itu sebanyak 373 ekor. Sembuh 168 dan sisanya itu masih dalam proses pengobatan," pungkasnya.

Video Terkait