Ingatkan Penanganan Wabah PMK, DPR: Kerugian Bisa Triliunan!

Dokter hewan bersiap memberikan suntikan vaksin kepada tenak sapi yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di pasar hewan Desa Sibreh, Aceh. (Antara)

Editor: M Kautsar - Selasa, 17 Mei 2022 | 20:20 WIB

Sariagri - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini menilai penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit sejumlah hewan ternak di Indonesia tidak bisa dianggap enteng. Oleh karena itu, menurutnya, perlu langkah strategis untuk bisa melokalisir wabah tersebut, mengingat penyebarannya yang sangat mudah dan cepat.

"Bertahun-tahun sebenarnya Indonesia sudah bebas dari (PMK) itu dan tidak mudah untuk mencapai itu (bebas PMK). Kita punya pengalaman buruk terkena wabah PMK dan triliun bahkan kerugiannya. Nah, kalau dibiarkan atau kalau tidak ditangani secara serius tentu akan menjadi masalah yang sangat besar," ujar Anggia dikutip dari laman resmi DPR, Selasa (17/5/2022).

Melihat penyebaran dan penularannya yang sangat mudah dan cepat, Anggia menilai lalu lintas ternak, peralatan dan segala macam turunannya perlu diawasi dengan ketat. Termasuk dengan memperhatikan bagaimana memperlakukan ternak yang terpapar dan segala macam yang berhubungan dengan ternak yang terpapar.

"Baik itu pakan, segala bentuk yang berkaitan dengan atau berhubungan dengan ternak yang terpapar oleh wabah ini harus dihentikan, harus diisolasi, harus dimusnahkan," tegas legislator dapil Jawa Timur VI itu.

Baca Juga: Ingatkan Penanganan Wabah PMK, DPR: Kerugian Bisa Triliunan!
Virus PMK Terjadi karena Kesalahan Sistem Karantina

Lebih lanjut, Anggia mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian selama ini dalam menghadapi wabah PMK tersebut. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengingatkan bagaimana pelaksanaan dan pengawasan di daerah yang juga harus diperketat. 

"Yang lebih penting lagi adalah bagaimana pelaksanaan di daerah. Jangan sampai misalnya yang dibakar hanya atau yang dimusnahkan hanya yang kelihatan sudah sangat parah, tapi harus lebih verifikasinya harus lebih detail lagi, lebih ketat lagi, termasuk juga lalu lintas (ternak)" tutupnya.

Video Terkait