Karantina Pertanian Surabaya Tolak Transit 736 Sapi Asal Kupang

Sapi asal Kupang, NTT di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Antara/HO Karantina Pertanian Surabaya)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 16 Mei 2022 | 17:20 WIB

Sariagri - Petugas Karantina Pertanian Surabaya menolak transit 736 ekor sapi asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pelabuhan Tanjung Perak. Penolakan ini menyusul penetapan beberapa Kabupaten di Provinsi Jawa Timur sebagai daerah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Ketetapan yang tertuang dalam Kepmentan No. 403/KPTS/PK.300/M/05/2022 memiliki konsekuensi per 9 Mei 2022 tidak ada hewan ternak rentan PMK yang boleh keluar-masuk wilayah Provinsi Jawa Timur.

Dokter hewan karantina wilayah kerja Tanjung Perak Tri Endah mengatakan tujuan akhir sapi-sapi itu adalah Bekasi dengan rencana awal tujuan sandarnya kapal ternak KM Calypso di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Karena adanya status daerah wabah PMK di Jatim, maka kapal ternak tersebut diminta mengalihkan trayeknya menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapalnya hanya boleh berlabuh saja, tidak boleh bersandar dan sapi-sapi tidak boleh diturunkan," katanya dalam keterangan tertulis Senin (16/5/2022).

Dokter hewan Endah menjelaskan selama beberapa hari di dalam kapal, sejak 11 Mei 2022, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi oleh pejabat karantina hewan serta diberi pakan dan minum pemiliknya.

Pejabat karantina hewan di wilayah kerja Tanjung Perak terus siaga melakukan pengawasan untuk memastikan kapal tidak sandar dan tidak ada sapi yang diturunkan.

"Kami sudah terbitkan berita acara penolakan terhadap pemasukan sapi-sapi tersebut. Berkat kerja sama dengan instansi terkait, KM Calypso dapat melanjutkan berlayar menuju Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (14/5) pukul 06.00 WIB setelah mendapatkan port clearance (persetujuan berlayar) dari Syahbandar," jelasnya.

Baca Juga: Karantina Pertanian Surabaya Tolak Transit 736 Sapi Asal Kupang
Akibat Wabah PMK, Tangerang Hentikan Pendistribusian Hewan Ternak



Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sri Sukarsih mengatakan sejak dikonfirmasi positif virus PMK di empat wilayah Jawa Timur, Karantina Pertanian Surabaya telah melakukan pengetatan terhadap keluar masuknya hewan rentan dan produk hewan PMK. Hal ini sesuai SE Kepala Badan Karantina Pertanian No. 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kejadian PMK.


Video Terkait