Mengenal Lebih Dekat Sistem Pemeliharaan Ayam Organik

Telur ayam yang biasa dijual di pasaran. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 16 Mei 2022 | 11:45 WIB

Sariagri - Saat ini produk ayam organik sudah mulai tersedia di beberapa toko swalayan besar di Indonesia. Salah satunya adalah telur ayam organik. Harganya lebih tinggi dibanding sebagian besar telur ayam konvensional yang dijual di pasaran.

Tingginya harga telur organik tidak lepas dari proses pemeliharaannya secara khusus. Berbeda dengan telur dari ayam petelur yang dipelihara secara individu dengan ruang gerak  sangat terbatas. 

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Ronny Rachman Noor mengatakan sistem pemeliharaan secara individu secara bertahap sudah mulai ditinggalkan karena terkait dengan  animal welfare.

Menurut dia, sistem pemeliharaan ayam petelur dalam kandang dengan ruang sangat terbatas dapat menyiksa unggas itu. Sistem kandang seperti itu bertentangan dengan sifat alami ayam yang biasanya berkeliaran dan mencari makan sendiri di luar kandang. 

"Secara alami, ayam petelur memiliki kebiasaan berjalan, mandi debu dan mencari makannya sendiri sesuai dengan pilihannya.  Di samping itu, ayam memiliki kebiasaan membuat sarang, mengepakkan sayapnya, meregangkan tubuhnya dan menggoyang-goyangkan ekornya," ujarnya dikutip dari laman IPB University. 

Dia mengatakan ayam yang dipelihara dengan sistem kandang individu tidak dapat melakukan semua kegiatan alaminya sehingga sistem pemeliharaan dengan kandang individu dinilai melanggar animal welfare.

Untuk memenuhi kebiasaan alami ayam, sistem pemeliharaan ayam petelur tidak lagi dilakukan secara individu. Namun, pemeliharaan dilakukan secara komunal dengan kandang yang dapat menampung sekitar 50 ekor ayam per unit kandangnya secara bersamaan.

Di dalam kandang komunal ini, kata Ronny, disediakan tempat bertengger dan tempat beristirahat serta kotak untuk bersarang. Dengan cara pemeliharaan seperti ini ayam petelur dapat lebih mengekspresikan tingkah laku alaminya dibanding ayam  dipelihara secara individu.

"Salah satu tren permintaan telur yang semakin meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup adalah telur organik. Telur organik dihasilkan dari ayam dengan menggunakan sistem pemeliharaan free-range dengan pakan alami dan bebas dari penggunaan obat-obatan dan bahan kimia lainnya," tambahnya.

Pakan ayam yang digunakan, lanjut dia, biasanya bebas dari kandungan bahan dari produk ternak. Tidak hanya itu, pakan juga bebas dari penggunaan pupuk, pestisida, maupun penggunaan hormon dan obat-obatan lainnya.

Telur organik dihasilkan dari galur ayam yang alami dan bukan hasil rekayasa genetik. Berdasarkan hasil penelitian, telur ayam yang dihasilkan dari sistem free-range mengandung mineral magnesium dan beta karoten lebih tinggi.

Perubahan sistem pemeliharaan ayam petelur ini lebih menekankan pada animal welfare agar ayam dapat menghasilkan telurnya lebih dekat dengan alam dan lebih bebas mengekspresikan sifat alaminya.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sistem Pemeliharaan Ayam Organik
Peternak Unggas Kembali Demo, Pataka: Pemerintah Perlu Menyerap Ayam dan Telur dari Peternak

"Perubahan sistem pemeliharaan ayam petelur yang lebih alami ini dikombinasikan dengan pakan alami akan menghasilkan telur ayam yang lebih sehat dan lebih ramah lingkungan," pungkansya. 

Untuk diketahui, ayam organik adalah ayam yang dipelihara tanpa vaksin dan tanpa antibiotik lainnya dari mulai DOC (Day Old Chick) hingga besar. Pakan ayam organik dibuat dari bahan organik seperti sayuran organik. Misalnya dedaknya terbuat dari beras organik.

Video Terkait