Polri Buka Opsi Musnahkan Ternak yang Terjangkit PMK

Petugas menyemprotkan disinfektan ke ternak. (Istimewa)

Editor: M Kautsar - Minggu, 15 Mei 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Polri berupaya membantu pemerintah dalam pengendalian virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi. Polri membuka opsi pemusnahan hewan ternak yang tidak bisa diselamatkan setelah terpapar virus.

“Saya sampaikan bahwa hewan ternak yang terkena wabah atau virus yang sudah tidak bisa digunakan, maka tentunya untuk menghindari penyebaran akan dilakukan pemusnahan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

Sedangkan hewan yang dianggap aman dikonsumsi akan langsung dipotong. Pemotongan akan melibatkan dinas, peternakan dan pihak-pihak terkait lainnya. 

"Tugas polri di sini melakukan pengawasan kegiatan tersebut. Intinya Polri berperan untuk mengantisipasi penyebaran daripada wabah penyakit tersebut,” jelas Ramadhan.

Polri juga akan fokus melakukan pendataan kepada hewan ternak.bagi tang terindikasi terpapar virus bisa langsung diberi tindakan supaya tidak dibawa ke luar daerah.

“Setelah kita mendata misalnya di satu titik, maka hewan-hewan yang ada di titik ini agar tidak bergeser, yang dikhawatirkan dapat menular ke hewan ternak lainnya,” pungkas Ramadhan.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memerintahkan kepada jajarannya untuk turut serta melakukan pemgawasan terkait penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi. Koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) juga terus dilakukan.

Dengan begitu, dinas peternakan di daerah sebagai leading sector terkait adanya penyakit itu, dapat melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat. Sehingga tidak terjadi penyebaran penyakit tersebut ke luar wilayah temuan.

“Polri akan bekerja sama dengan dinas peternakan daerah untuk membantu mengawasi penanganan penyakit tersebut agar tidak terjadi pergeseran ke luar dari wilayah temuan,” kata Sigit. 

Mantan Kabareskrim Polri ini menyatakan, dengan adanya sinergitas antara dinas peternakan dan jajaran Polri di setiap wilayah, dapat dilakukan tracing dan pengecekan untuk mencegah penyebaran penyakit ke hewan ternak lainnya.

Baca Juga: Polri Buka Opsi Musnahkan Ternak yang Terjangkit PMK
Virus PMK Terjadi karena Kesalahan Sistem Karantina

"Sehingga penyakit tersebut bisa kita bantu lokalisir dan tidak meluas dengan bantuan penjagaan dan pengawasan,” imbuhnya.

Sigit menuturkan, pihaknya siap untuk mendukung langkah Kementan melakukan lockdown sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Pihak Kepolisian juga akan ikut membantu melakukan pengecekan ketat terhadap proses perdagangan hewan ternak.

Video Terkait