Ciri-ciri Hewan Ternak Terjangkit PMK, Peternak Wajib Tahu!

Ilustrasi peternakan sapi. (Antara)

Editor: Putri - Sabtu, 14 Mei 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Setelah Indonesia mendeklarasikan bebas penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak (PMK) pada 1986, kini wabah itu kembali. Ribuan hewan ternak di beberapa wilayah Jawa Timur terkonfirmasi terjangkit wabah PMK.

PMK kembali muncul setelah 36 tahun pada akhir April 2022. Kemudian terus meluas di Jawa Timur dan tidak menutup kemungkinan menjangkit di provinsi lain.  

Apa itu PMK?

PMK atau Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit hewan YANG menular yang disebabkan oleh paparan virus melalui udara. Aphthovirus dari keluarga Picornaviridae diketahui sebagai organisme penyebab PMK. Terdapat tujuh strain yang endemik di berbagai negara, antara lain A, O, C, SAT1, SAT2, SAT3, dan Asia1.

Hewan yang rentan terjangkit penyakit mulut dan kuku adalah sapi, kerbau, kambing, domba, dan ruminansia lainnya. Hewan ternak yang terjangkit PMK memiliki ciri-ciri lepuh di hidung, lidah, bibir, rongga mulut, kuku hingga puting. 

Selain itu, hewan yang terjangkit virus PMK juga mengalami demam hingga 41 derajat Celsius, mengeluarkan air liur berlebihan, sulit berdiri, penurunan nafsu makan dan berat badan, hingga penurunan produksi susu dan hambatan pertumbuhan.

Apakah daging sapi yang terserang PMK aman dikonsumsi?

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sebagian daging ternak yang terinfeksi PMK masih bisa dikonsumsi. Namun beberapa bagian seperti organ dalam atau jeroan dan bagian mulut seperti bibir dan lidah tidak bisa dikonsumsi.

“Jeroan dan bagian mulut seperti bibir dan lidah ternak yang terkena PMK tidak bisa dikonsumsi. Tapi yang lain masih bisa direkomendasikan, dagingnya pun masih bisa dimakan,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam jumpa pers virtual, Rabu 11 Mei 2022.

Dalam kesempatan itu, Mentan juga mengatakan bahwa PMK adalah penyakit yang cepat menular melalui udara dan kontak. Namun tidak menular ke manusia.

Baca Juga: Ciri-ciri Hewan Ternak Terjangkit PMK, Peternak Wajib Tahu!
Penyakit PMK pada Ternak di Mataram Belum Ditemukan

Beberapa daerah di Indonesia telah ditetapkan sebagai area terpapar PMK yaitu Kabupaten Aceh, Tamiang, dan Aveh Timur. Di Jawa Timur terdiri dari Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto.

Pihak Kementan juga mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran. Langkah yang dibuat di antaranya langkah darurat atau agenda SOS, langkah temporary, dan agenda recovery atau pemulihan.

"Kita berharap wabah ini tidak ekspansi terlalu jauh dari apa yang sudah dikendalikan," tukas Mentan.

Video Terkait