Mengkhawatirkan! Polri Turun Tangan Cegah dan Awasi Penyakit Mulut dan Kuku

Dokter hewan bersiap memberikan suntikan vaksin kepada tenak sapi yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di pasar hewan Desa Sibreh, Aceh. (Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 14 Mei 2022 | 07:30 WIB

Sariagri - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendukung instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meminta seluruh polda dan jajarannya mengupayakan pencegahan dan pengawasan penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Saya mendukung penuh instruksi yang disampaikan Kapolri terkait upaya pencegahan dan pengawasan wabah PMK ini. Karena wabah ini juga sudah menyebar cukup cepat, awalnya ditemukan di Jawa Timur, sekarang sudah ditemukan pula di Aceh hingga Lombok," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/5).

Menurut dia, instruksi Kapolri tersebut merupakan langkah cepat Polri dalam merespons wabah PMK yang saat ini sedang menyebar di beberapa daerah.

Dia menilai apabila tidak ada tindakan dan gerak cepat yang dilakukan, wabah PMK itu akan makin luas penyebarannya dan sangat mengganggu kestabilan pangan dalam negeri.

"Untuk itu saya apresiasi kepada Kapolri atas langkah tanggap yang sudah dilakukan dalam merespons wabah PMK," ujarnya.

Sahroni berharap instruksi Kapolri itu bisa membantu menjaga suasana kondusif dan kestabilan harga pangan terkait suplai hewan kurban menjelang Idul Adha.

Dia menilai wabah tersebut sangat berkaitan dengan pengendalian harga di pasar hingga nasib para peternak yang sudah menunggu momentum Idul Adha.

“Nantinya akan diawasi seluruh polda yang bekerja sama dengan dinas peternakan daerah. Saya harap bisa membantu mencegah pergeseran penularan penyakit tersebut ke luar wilayah lainnya sehingga bisa terjaga dengan baik," katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Surat Telegram Nomor STR/395/OPS/2022 tertanggal 11 Mei 2022 yang ditujukan kepada seluruh jajaran polda di wilayah, berisi arahan dalam rangka darurat penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak ruminansia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan menyebutkan dalam surat telegram tersebut jajaran kepolisian diminta melakukan koordinasi dengan dinas peternakan terkait mendata penyebaran PMK dan upaya yang dilakukan untuk mencegah masuknya hewan ruminansia dari daerah yang dinyatakan wabah PMK sehingga dapat meminimalisir penyebarannya.

Baca Juga: Mengkhawatirkan! Polri Turun Tangan Cegah dan Awasi Penyakit Mulut dan Kuku
Laporan Khusus: Petaka Wabah PMK

“Polri memberdayakan dan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas bersama penyuluh peternakan untuk mengedukasi masyarakat bahwa PMK tidak menular pada manusia, namun menular pada hewan lain tertentu,” kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Ramadhan menjelaskan, dalam upaya pencegahan penyebaran PMK dari wilayah terdampak wabah yakni Jawa Timur dan Aceh, Polri melakukan rapat koordinasi bersama Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan terkait pendataan, yaitu mendata penyebaran PMK, kemudian pendataan hewan ternak yang terinfeksi virus PMK.

Video Terkait