Wabah PMK Merebak, Kejuaraan Pacuan Kuda Diharapkan Ditunda

Ilustrasi pacuan kuda. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Rabu, 11 Mei 2022 | 19:40 WIB

Sariagri - Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Said Sutomo mengimbau kejuaraan pacuan kuda ditunda selama wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih melanda di sejumlah daerah.

"Karena ini penyakit menular terhadap hewan ternak berkaki empat, jadi juga rentan terjadi pada kuda," kata Said Sutomo, saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (11/5/2022).

Penundaan itu, kata dia, bisa mengacu pada surat edaran yang diterbitkan Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tertanggal 5 Mei 2022 dan diperkuat dengan surat edaran dari Dewan Pengurus Pusat Himpunan Peternak Domba-Kambing.

"Kita harus mewaspadai agar PKM tidak menular kepada manusia," katanya.

Said yang merupakan anggota Komisi Kerja sama dan Kelembagaan BPKN itu mencatat, sesuai kalender seri kejuaraan pacuan kuda Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia, dijadwalkan akan berlangsung kejuaraan kuda di Pasuruan, Jawa Timur, pada 21 sampai 22 Mei 2022.

Said yang juga Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Jawa Timur (YLPK Jatim) itu menilai jika kejuaraan pacuan kuda di Pasuruan tetap berlangsung, akan merusak rencana pemerintah dalam penanganan wabah PKM.

"Kami mendesak kepada panitia penyelenggara dan pemerintah untuk membatalkan atau setidaknya menunda kegiatan tersebut sampai wabah penyakit PMK dapat diatasi ancaman penularannya," ujarnya.

Said menegaskan pencegahan penularan penyakit lebih baik dari pada pengobatan.

Baca Juga: Wabah PMK Merebak, Kejuaraan Pacuan Kuda Diharapkan Ditunda
Mentan: Daging Ternak yang Terkena PMK Bisa Dikonsumsi, Asalkan...



"Kalau kejuaraan pacuan kuda tetap dilaksanakan di tengah wabah PKM, bisa jadi preseden buruk bagi pemerintah," tuturnya.

Sebelumnya, empat daerah Jawa Timur, yaitu Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto, telah dinyatakan terjangkit wabah PKM, setelah ditemukan 1.285 ekor hewan ternak berkaki empat, seperti sapi, kerbau dan kambing, mengalami gejala klinis demam, keluar lendir berlebihan dari mulut serta luka pada kaki yang berujung lepasnya kuku.

Video Terkait